MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Babak baru organisasi kepemimpinan desa di Kabupaten Magetan resmi dimulai. Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Magetan periode 2025-2030 resmi dilantik pada Senin (9/2/2026).
Bertempat di ruang pertemuan Hotel Kintamani, Sarangan Magetan ini mengusung semangat “Satu Komando Bersatu Sampai Akhir”. Organisasi kepala desa ini memantapkan posisi sebagai mitra strategis pemerintah.
Ketua DPC PKDI Magetan terpilih, Ajis Santoso, membawa suasana cair dalam prosesi pelantikan tersebut. Dalam pidato perdananya, ia sempat berkelakar mengenai aktivitas sosialnya di luar tugas birokrasi yang sangat kental dengan urusan kemanusiaan.
“Ini suatu amanah bagi saya. Sebenarnya saya agak sungkan, apalagi ada Pak Kadin yang hafal kegiatan saya sehari-hari mengurusi pasien dan jenazah. Namun, niki dikongkon (disuruh) mengurusi PKDI,” ujar Ajis diiringi tawa para undangan.
Meski dibalut dengan kerendahan hati, Ajis menegaskan bahwa PKDI akan bergerak secara profesional melalui prinsip Komitmen, Konsekuen, dan Konsisten. Fokus utamanya adalah memastikan kebijakan di tingkat desa selaras dengan agenda besar Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Kabupaten Magetan.
“Kami selaku pemerintah desa wajib mensinergikan program desa dengan program nasional maupun kabupaten. Ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang harus kita sukseskan bersama,” imbuhnya.
Dukungan penuh datang dari Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Dr. Syaifullah Mahdi. Ia menegaskan bahwa seluruh kepala desa yang tergabung dalam wadah PKDI harus memiliki loyalitas tunggal terhadap garis kebijakan pemerintah.
“Hukumnya wajib bagi anggota PKDI untuk tegak lurus mendukung program pemerintah, mulai dari Pak Presiden, Ibu Gubernur, hingga Bunda Bupati Magetan,” tutur Syaifullah dengan tegas.
Selain aspek programatik, Syaifullah juga mengingatkan pentingnya peran kepala desa dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing, membantu keterbatasan personel TNI dan Polri di lapangan.
Di sela-sela sambutannya, Syaifullah menyampaikan pesan khusus kepada Bupati Magetan terkait kondisi fiskal tahun 2026. Ia menyoroti kekhawatiran para kepala desa atas potensi penurunan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bisa berdampak langsung pada kesejahteraan perangkat.
“Saya titip pesan kepada Bunda Bupati, agar Alokasi Dana Desa (ADD) di Magetan jangan sampai dikurangi. Banyak teman-teman kades yang ‘SK-nya di Bank Jatim’. Kalau ADD turun, Siltap (Penghasilan Tetap) berpengaruh, angsuran bank pun terganggu,” ungkapnya.
Menutup rangkaian acara, PKDI menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk memicu perpecahan antar organisasi desa. Sebaliknya, mereka ingin merangkul seluruh elemen kepala desa di Magetan sebagai rekan seperjuangan.
“Kalau ada organisasi lain, pastikan mereka adalah saudara kita. Kita senasib sepenanggungan dalam memperjuangkan hak-hak desa,” pungkas Syaifullah.
Melalui kepengurusan baru ini, PKDI Magetan diproyeksikan menjadi jembatan bagi produk-produk unggulan lokal Magetan agar mampu menembus pasar nasional melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih.(*)

