Jumat, Februari 20, 2026

Buy now

spot_img

Jamin Integritas Pelayanan Publik, Kapolres Magetan Gelar Cek Urin Mendadak bagi Personel

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Polres Magetan mengambil langkah preventif ketat guna menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat dengan menggelar cek urin mendadak Polres Magetan terhadap puluhan anggota Polri dan ASN pada Kamis (19/2/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini untuk memastikan bahwa aparatur penegak hukum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menginstruksikan Kasi Propam dan Kasi Dokkes untuk menyisir personel sesaat setelah apel pagi. Pemeriksaan yang dilakukan secara acak di Klinik Bhayangkara ini merupakan upaya menjaga marwah institusi agar tetap menjadi teladan yang kredibel bagi warga Magetan.

Pembersihan internal ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pesan kuat kepada masyarakat bahwa kepolisian tidak memberikan ruang bagi peredaran gelap narkoba, dimulai dari tubuh organisasi sendiri. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemberantasan narkoba di wilayah Magetan dijalankan oleh petugas yang memiliki integritas moral tinggi.

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah wujud komitmen Polres Magetan dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.

“Kegiatan cek urin ini merupakan wujud komitmen kita dalam rangka bersama-sama memberantas penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan internal Polres Magetan. Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di institusi Polri,” tegas AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Transparansi menjadi kunci dalam pemeriksaan kali ini. Kapolres memastikan tidak ada keistimewaan bagi anggota yang terbukti melanggar. Pengawasan ketat selama proses pengambilan sampel urin dilakukan untuk menghindari kecurangan, sehingga hasil yang didapat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Saya tegaskan, apabila ada anggota yang bermain-main dengan narkoba, akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Ini menyangkut integritas, disiplin, dan kehormatan institusi,” tambah AKBP Raden Erik.

Berdasarkan data medis dari Kasi Dokkes, seluruh anggota yang menjalani tes menunjukkan hasil negatif. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran personel Polres Magetan terhadap bahaya narkoba masih sangat tinggi, yang secara langsung berdampak positif pada kualitas pelayanan publik yang profesional dan terpercaya.

AKBP Raden Erik juga meminta agar setiap anggota saling menjaga dan menjadi pengingat bagi rekan sejawatnya.

“Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Jika ada rekan atau anggota lain yang berpotensi melakukan pelanggaran yang dapat merusak citra Polri, segera ingatkan. Tanggung jawab menjaga marwah institusi adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Langkah preventif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat dalam memerangi narkoba di wilayah hukum Magetan, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih dari zat terlarang.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru