Senin, Februari 23, 2026

Buy now

spot_img

Cetak Tenaga Kerja Terampil, 54 Siswa SMKS Magetan 1 YKP Ikuti Diklat PPI 2026 di Madiun

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) –  Sebanyak 54 siswa kelas X SMKS Magetan 1 YKP resmi mengikuti program Diklat PPI 2026 di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Kota Madiun untuk memperkuat kompetensi teknis di sektor transportasi dan industri.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan tenaga kerja bersertifikat yang siap pakai di wilayah Jawa Timur, khususnya dalam bidang kelistrikan kereta api dan pengoperasian alat berat.

Kegiatan yang berlangsung pada 9–13 Februari 2026 ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan upaya memutus mata rantai pengangguran di tingkat lulusan SMK dengan memberikan akses langsung ke fasilitas pelatihan standar industri.

Program ini mencakup dua bidang krusial yang saat ini sangat dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja, yaitu Diklat Dasar Instalasi Listrik Perkeretaapian (Angkatan 3) dan Diklat Dasar Pengoperasian Alat Berat Forklift (Angkatan 4).

Keterlibatan siswa dalam Diklat PPI 2026 diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat luas, terutama dalam penyediaan tenaga teknis lokal yang mampu bersaing dengan tenaga kerja luar daerah. Dengan memiliki sertifikasi kompetensi sejak dini, para siswa memiliki peluang lebih besar untuk langsung terserap oleh sektor industri perkeretaapian dan logistik.

Kepala SMKS Magetan 1 YKP, Arif Kurniawan, menekankan bahwa selain penguasaan alat, peserta didik mendapatkan pembekalan intensif mengenai aspek non-teknis yang sering menjadi standar ketat di dunia kerja.

“Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta etos kerja profesional,” tegas Arif Kurniawan saat memantau jalannya diklat.

Arif menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, siswa diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga nama baik institusi serta memastikan mereka memiliki daya saing yang tinggi di mata perusahaan nasional maupun internasional.

Secara luas, kerja sama antara SMKS Magetan 1 YKP dan PPI Madiun ini mendukung percepatan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Magetan. Lulusan yang memiliki keahlian spesifik seperti pengoperasian forklift dan instalasi listrik kereta api cenderung memiliki nilai tawar upah yang lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonomi keluarga para siswa.

Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga pendidikan kejuruan dan politeknik kedinasan dapat menjadi solusi efektif dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru