Sabtu, Februari 28, 2026

Buy now

spot_img

Isu Titipan Meleset, Ternyata Ini Dua Calon Perades Ngariboyo dengan Nilai Tes Tertinggi

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pelaksanaan tes pengisian Perangkat Desa (Perades) Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, berakhir dengan hasil mengejutkan yang sekaligus mematahkan spekulasi liar di masyarakat. Berdasarkan rekapitulasi nilai akhir, peserta berinisial AD yang sebelumnya santer diisukan bakal “dikondisikan” lolos, terbukti tidak terpilih. Sebaliknya, posisi Kepala Kewilayahan justru diisi oleh peserta dengan nilai tertinggi murni, yang menandakan proses seleksi berjalan objektif dan akuntabel.

Hasil ujian menunjukkan bahwa untuk jabatan Kepala Kewilayahan Dusun Jetis, Andika Aji Putra Pratama sukses meraih posisi pertama dengan nilai rata-rata mencengangkan sebesar 96, mengungguli seluruh rivalnya. Sementara itu, untuk posisi Kepala Wilayah Dusun Ngariboyo, Risky Dwi Rahmawati ditetapkan sebagai peserta terpilih setelah meraih nilai rata-rata 91.

Ketua Panitia Pengisian Perades Ngariboyo, Imam Subakti, secara tegas membantah segala rumor terkait adanya uang pelicin maupun pengaturan pemenang. Menurutnya, hasil yang keluar hari ini adalah bukti nyata bahwa panitia bekerja di bawah payung regulasi, bukan pesanan.

“Itu tidak benar, Mas. Jadi kepastiannya tidak benar. Saya pastikan itu tidak benar,” tegas Imam saat dikonfirmasi mengenai isu pengondisian negatif yang sempat memanaskan situasi desa.

Imam menjelaskan bahwa istilah “pengondisian” yang sempat disalahartikan oleh sebagian pihak sebenarnya merujuk pada upaya internal untuk menjaga soliditas tim agar tidak terintervensi kepentingan luar.

“Kalau panitia saya, pengondisian itu mensolidkan tim, kerja sama, komitmen bersama teman-teman untuk bekerja sesuai aturan, objektif, netral, dan menjaga kerahasiaan naskah pada puncaknya hari ini. Kalau pengkondisian negatif, Mas, kepentingan, titipan, bermain, ya… insyaallah 100% panitia tidak menuju ke arah sana. Marwah panitia yang kita jaga,” imbuhnya.

Terpilihnya wajah-wajah baru berdasarkan nilai murni ini membawa dampak signifikan terhadap kondusivitas masyarakat Ngariboyo. Semula, warga sempat dilingkupi keraguan akibat isu miring yang beredar. Namun, dengan munculnya nama Andika dan Risky yang memiliki kualifikasi nilai tinggi, kepercayaan publik terhadap kredibilitas pemerintah desa kembali pulih.

Integritas yang ditunjukkan panitia dalam tes ini menjadi preseden penting bagi desa-desa lain di Kecamatan Ngariboyo. Bahwa jabatan publik di tingkat desa kini benar-benar menjadi ajang adu kompetensi, bukan lagi soal kedekatan maupun “jalur belakang”.

Dengan hasil ini, masyarakat berharap para perangkat desa terpilih dapat segera mengabdi dan membawa perubahan positif, mengingat mereka lolos melalui proses seleksi yang ketat dan bersih.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru