LOMBOK TIMUR (BLOKJATIM.COM) – Musibah kebakaran yang menghanguskan kediaman Suryadi, seorang pengurus ranting di Wanasaba Lauk, memicu gelombang solidaritas besar dari keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur.
Aksi cepat tanggap ini menegaskan bahwa dampak dari sebuah bencana tidak hanya menjadi beban individu, melainkan tanggung jawab kolektif dalam bingkai gotong royong kemanusiaan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Bagek Anjar RT 3, Wanasaba Lauk, saat Suryadi baru saja kembali dari kegiatan organisasi. Api yang melalap habis rumahnya tidak hanya menyisakan abu, tetapi juga menggugah empati mendalam dari para pengurus partai di tingkat daerah hingga nasional untuk segera turun tangan memulihkan harapan korban.
Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, menekankan bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehadiran organisasi di tengah kesulitan masyarakat dan kader akar rumput. Menurutnya, tindakan nyata lebih krusial dibandingkan sekadar pernyataan simpatik dalam menghadapi dampak bencana.
“Musibah yang menimpa saudara kita Suryadi adalah duka kita bersama. PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat, tumbuh dari semangat kebersamaan, dan berdiri kokoh karena gotong royong. Kita tidak boleh membiarkan kader kita berjalan sendiri dalam kesedihan,” tegas Ahmad Sukro dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Sukro menambahkan bahwa langkah ini adalah cerminan ideologi yang berpihak pada rakyat kecil (wong cilik). “Kita hadir, kita saling menguatkan, dan kita pastikan bahwa dari abu yang tersisa, harapan akan tumbuh kembali,” imbuhnya.
Dampak positif dari gerakan ini terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari Ketua DPD PDI Perjuangan NTB sekaligus Anggota DPR RI, Rachmat Hidayat, hingga anggota fraksi dari Kota Mataram dan Sumbawa Barat. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi mental dan ekonomi keluarga korban pasca-kebakaran.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah, yang menyerahkan bantuan secara langsung, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan pesan kuat tentang persatuan.
“Bantuan ini mungkin tidak mampu menggantikan seluruh yang hilang, tetapi kami berharap dapat menjadi penguat, menjadi tanda bahwa ia tidak sendiri. Inilah wajah gotong royong PDI Perjuangan: bergerak bersama, membantu dengan hati, dan merawat kemanusiaan,” ujar Amrullah.
Aksi ini memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat sekitar, menunjukkan bahwa struktur sosial di Lombok Timur masih memegang teguh nilai senasib sepenanggungan. Kehadiran bantuan lintas daerah ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan sosial serupa di tengah masyarakat luas saat menghadapi bencana.
PDI Perjuangan menegaskan bahwa komitmen ini tidak akan berhenti pada bantuan materi saja, melainkan terus memastikan agar Suryadi dan keluarganya dapat bangkit kembali dan menata ulang kehidupan mereka dengan dukungan moral yang berkelanjutan.(*)

