Senin, Maret 2, 2026

Buy now

spot_img

Sedot Anggaran Ratusan Miliar, Puluhan Bus Listrik Eks G20 PT INKA Kembali Terpakir di Madiun 

MADIUN (BLOKJATIM.COM) – Bus Listrik Merah Putih produksi PT INKA (Persero) yang sempat mencuri perhatian dunia pada KTT G20 Bali 2022 kini memasuki babak baru. Setelah menyelesaikan masa tugasnya di Bali serta melayani skema Buy The Service (BTS) di Bandung dan Surabaya, puluhan unit bus ramah lingkungan tersebut kini kembali ke markas besar INKA di Madiun, Jawa Timur.

Kembalinya armada ini memicu pertanyaan publik mengenai keberlanjutan proyek kendaraan listrik nasional yang telah menelan investasi besar tersebut.

Senior Manager PT INKA (Persero), Hartono melalui rilisnya menjelaskan bahwa kembalinya unit-unit bus tersebut merupakan prosedur normal setelah kontrak penyewaan dengan operator seperti DAMRI berakhir.

“Untuk bus listrik, setelah masa sewa selesai, unit kembali ke INKA untuk dilakukan perawatan dan evaluasi. Saat ini kendaraan dalam kondisi layak dan sedang kami upayakan untuk dapat dipasarkan kembali,” ujar Hartono.

Proses evaluasi ini sangat krusial mengingat bus-bus ini telah melewati uji coba operasional di berbagai medan, mulai dari perhelatan internasional di Bali hingga kepadatan lalu lintas di Surabaya dan Bandung.

Proyek bus listrik ini bukan sekadar alat transportasi biasa, melainkan simbol kemandirian teknologi otomotif Indonesia di kancah global. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, investasi yang dikucurkan pun tidak main-main. Sesuia data dari berbagai media, PT INKA tercatat memproduksi total 53 unit E-Inobus untuk mendukung mobilitas para delegasi dunia selama KTT G20 berlangsung.

Dari sisi finansial, proyek ini didukung oleh pendanaan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dengan nilai mencapai Rp150 miliar untuk tahap awal. Jika dirinci, biaya produksi untuk satu unit bus listrik Merah Putih ini diperkirakan menyentuh angka Rp 5 miliar. Angka tersebut mencerminkan spesifikasi tinggi yang ditanamkan pada setiap unitnya, yang mampu mengangkut antara 19 hingga 34 penumpang dalam sekali jalan.

Selain mengandalkan komponen lokal yang dominan, keandalan armada ini juga dijamin oleh tim teknisi ahli dari PT INKA Multi Solusi Service (IMSS). Dukungan teknis yang melekat memastikan bahwa setiap unit tetap dalam performa prima, meskipun telah melewati berbagai uji coba operasional di medan yang berbeda-beda.

Meskipun saat ini masih terparkir di fasilitas Madiun, PT INKA menegaskan bahwa nasib bus-bus ini tidak akan berakhir sebagai aset diam. Hartono mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah calon pengguna potensial.

Beberapa instansi pemerintah dan pemerintah daerah dari berbagai kota di Indonesia mulai melirik kembali penggunaan bus listrik ini untuk memperkuat sistem transportasi publik yang ramah lingkungan. Saat ini, PT INKA sedang melakukan pendalaman mengenai skema kerja sama yang paling tepat dengan para calon mitra tersebut agar armada ini bisa segera kembali mengaspal.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru