Senin, Maret 16, 2026

Buy now

spot_img

Ngariung Bareng, Letkol Infanteri Hasan Dasuki Pamitan dan Puji Sinergi Media Magetan

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Suasana syahdu menyelimuti Makodim 0804/Magetan pada Senin siang (16/3/2026). Di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadan, tidak ada keriuhan konsumsi atau aroma kopi yang biasanya menemani diskusi. Yang ada hanyalah kehangatan silaturahmi dan ketulusan kata-kata dalam acara bertajuk “Ngariung Bareng Awak Media”.

Momen ini menjadi sangat emosional karena Komandan Kodim (Dandim) 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, S.Sos., M.I.P., hadir untuk berpamitan. Meski dalam kondisi berpuasa dan baru saja tiba dari tugas siaga di Jakarta pada dini hari, semangatnya menemui insan pers tak luntur sedikit pun.

Dalam sambutannya yang filosofis, Letkol Hasan Dasuki mengibaratkan Kabupaten Magetan sebagai sebuah “baju” yang digunakan untuk beribadah. Baginya, lingkungan yang kondusif adalah pakaian suci yang harus dijaga kebersihannya, terutama di bulan yang penuh berkah ini.

“Ibarat baju ini adalah lingkungan Magetan. Mari kita satukan niat dan pikiran kita. Implementasinya adalah tulisan rekan-rekan. Tulisan Anda adalah parfum yang akan mewangikan baju kita ini,” ujar Letkol Hasan dengan nada menyentuh.

Ia menegaskan tidak membeda-bedakan media berdasarkan nama besar atau domain situsnya. Baginya, semua insan pers memiliki peran yang sama: penyemprot “wewangian” informasi yang mampu menyejukkan suasana di tengah masyarakat.

Ada cerita unik yang terungkap tentang bagaimana eratnya hubungan antar-unsur Forkopimda di Magetan. Tak jarang, mereka berdiskusi memikirkan solusi untuk Magetan hingga larut malam, layaknya iktikaf mencari kebaikan bagi daerah.

Untuk mengusir kantuk saat rapat maraton yang bisa berlangsung hingga pukul 02.00 dini hari, sang Dandim punya cara tak biasa yakni bermain tebak-tebakan dengan hukuman memakai helm baja.

“Supaya tidak ngantuk, helm baja itu selalu nempel bergantian. Yang kalah pakai helm sambil corat-coret kertas cari solusi. Itu trigger agar pikiran tetap tajam meski sudah dini hari. Semua kami lakukan demi amanah dan tanggung jawab pada masyarakat Magetan,” kenangnya sambil tersenyum.

Meski tugasnya di Magetan segera berakhir dan akan dilanjutkan oleh Letkol Inf Omy Dirindra (yang baru saja menyelesaikan tugas PBB di Lebanon), Letkol Hasan memastikan ikatan batinnya dengan Bumi Magetan tidak akan putus.

Ada alasan personal yang membuatnya akan sering kembali ke kaki Gunung Lawu ini. Putri keduanya kini tengah menimba ilmu di sebuah pondok pesantren di wilayah Magetan.

“Putri saya nomor dua kelas 1 SMP sudah mondok di dekat sini. Insya Allah saya akan sering berkunjung menengok anak. Nomor telepon saya pun tidak akan pernah saya hapus, sudah ada 2.000 kontak dan rekan-rekan media ada di dalamnya,” ungkapnya dengan tulus.

Di sisi lain, Letkol Hasan tetap menekankan bahwa kolaborasi TNI dan media adalah implementasi nyata dari Undang-Undang TNI Tahun 2025 terkait Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Media dipandang sebagai pondasi kekuatan negara yang menjaga stabilitas, terutama dalam menjaga kekhusyukan masyarakat selama Ramadan.

Pertemuan ditutup dengan saling memaafkan, layaknya tradisi menjelang Idul Fitri. Letkol Hasan Dasuki pergi membawa kenangan, namun meninggalkan “wewangian” dedikasi yang diharapkan terus dijaga oleh para kuli tinta di Magetan.(ton/red)

 

 

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru