MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono yang akrab disapa Riyono Caping melakukan aksi gerak cepat (gercep) guna mengatasi kelangkaan stok Minyakita di pasar-pasar tradisional wilayah Magetan. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) strategis bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sejak awal Ramadan, legislator dari Dapil 7 Jawa Timur ini telah intensif melakukan pemantauan lapangan. Fokus utamanya adalah memastikan sembilan kebutuhan pokok strategis mulai dari beras, minyak goreng, gula, tepung, daging, hingga cabai tetap tersedia dengan harga yang terjangkau oleh daya beli rakyat.
“Mulai awal Ramadan saya sudah keliling memantau harga bahan pokok di pasar tradisional. Fokus kami adalah memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama untuk komoditas sensitif seperti beras dan minyak goreng, tetap terkendali,” ujar Riyono saat ditemui di sela-sela kunjungannya, Sabtu (14/3/2026).
Meski secara umum stok pangan dinilai aman, Riyono menemukan fakta mengejutkan saat melakukan blusukan ke pasar-pasar kecil di Magetan hingga ke gudang grosir. Di beberapa titik, stok Minyakita, minyak goreng subsidi pemerintah didapati kosong selama lebih dari satu pekan. Jika pun ada, harganya sudah melampaui ambang batas HET.
“Hasil pengecekan saya di Pasar Kawedanan dan beberapa pasar kecil lainnya menunjukkan kenaikan harga yang fluktuatif. Daging ayam naik ke kisaran Rp35.000–Rp36.000 per kilogram, dan cabai keriting melonjak drastis ke angka Rp80.000. Namun yang paling krusial, Minyakita hilang dari peredaran,” paparnya.
Ketidaksediaan stok ini dikonfirmasi kembali saat Riyono mengunjungi Pasar Sayur Magetan yang menampung lebih dari 1.000 pedagang. Hasil diskusi dengan kepala pasar dan penyisiran ke lapak-lapak pedagang memperkuat kesimpulan bahwa terjadi kekosongan pasokan secara masif.
Tidak menunggu lama, Riyono langsung bergerak menuju Kantor Bulog Wilayah III di Ponorogo untuk berkoordinasi dengan pimpinan setempat. Pertemuan tersebut membuahkan hasil instan bagi masyarakat Magetan.
“Bulog memiliki keterbatasan tenaga untuk memantau setiap jengkal pasar, maka kami hadir membawa data dan fakta lapangan. Alhamdulillah, respon Bulog sangat cepat. Disepakati bahwa per Minggu, 15 Maret 2026, pasokan Minyakita langsung digelontorkan kembali ke Magetan,” tegas Riyono.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah koordinasi tersebut, distribusi minyak goreng subsidi tersebut mulai menyentuh Pasar Kawedanan dan Pasar Sayur Magetan. Langkah taktis ini diharapkan mampu menekan spekulasi harga dan menjamin hak masyarakat mendapatkan pangan murah di sepuluh hari terakhir menjelang Lebaran.(ton/red)

