MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Deru mesin motor bukan lagi sekadar bising di jalanan Magetan. Kini, suara itu adalah simbol harapan baru. Peresmian Sirkuit Suryo Magetan dalam gelaran Gubernur Cup 2026 akhir pekan ini menjadi tonggak sejarah, mengubah wajah otomotif di kaki Gunung Lawu.
Bukan sekadar peresmian aspal, momen ini membawa pesan mendalam tentang penghormatan sejarah dan masa depan prestasi dunia.
Pemilihan nama Sirkuit Suryo bukanlah tanpa alasan. Nama ini diambil dari sosok Gubernur pertama Jawa Timur, RM Soerjo, yang makamnya berada di Kabupaten Magetan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa penamaan ini diharapkan mampu menyuntikkan semangat kepahlawanan dan kebanggaan daerah kepada para pembalap yang memacu adrenalin di lintasan tersebut.
Khofifah, yang hadir langsung didampingi Bupati Magetan Nanik Sumantri, mengakui bahwa transformasi sirkuit ini sangat luar biasa. Ia mengenang saat pertama kali menjajal lintasan tersebut ketika masih dalam tahap awal pembangunan.
“Rasanya ini di atas ekspektasi kita semua. Saat pertama saya menjajal, kondisinya masih jauh dari standar. Tapi melihat antusiasme masyarakat Magetan Raya hari ini, ini adalah pencapaian besar,” ujar Khofifah dengan nada bangga.
Sirkuit ini merupakan buah sinergi antara Pemkab Magetan dan Pemprov Jatim. Tujuannya jelas, menyediakan fasilitas balap yang sesuai standar Ikatan Motor Indonesia (IMI) agar tidak ada lagi aksi balap liar yang membahayakan.
Magetan sudah lama dikenal sebagai “pabrik” talenta balap nasional. Nama-nama seperti Mario Suryo Aji dan Adenanta adalah bukti nyata. Dengan adanya Sirkuit Suryo, proses pembibitan atlet diharapkan tidak lagi terputus.
“Harapan kita, ini menjadi sarana baru yang membangun kedisiplinan dan melahirkan champion dunia, rider-rider dunia dari bumi Magetan,” tegas Khofifah.
Lebih dari sekadar urusan lap time dan podium, Sirkuit Suryo diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru bagi warga lokal. Khofifah menekankan bahwa setiap event balap akan membawa arus wisatawan yang otomatis menghidupkan sektor UMKM.
“Sirkuit ini bukan hanya sentra olahraga baru, tapi juga akan menjadi sentra ekonomi baru bagi Magetan,” ungkapnya.
Gubernur berpesan agar aset berharga ini dijaga bersama. Konsistensi penyelenggaraan acara menjadi kunci agar sirkuit ini tetap “hidup” dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Magetan.(ton/red)

