Rabu, Januari 28, 2026

Buy now

spot_img

Dicopot Kejagung, Ini Isi Garasi Milik Mantan Kajari Magetan Sesuai LHKPN

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magetan mengalami pergantian mendadak. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, Dezi Setiapermana, resmi dicopot dari jabatannya oleh Jaksa Agung RI menyusul tindakan pengamanan yang dilakukan oleh tim internal Kejaksaan Agung.

Proses pengamanan Dezi dilakukan oleh tim gabungan dari Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) dan Satuan Tugas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI) Kejaksaan RI. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Agus Sahat.

Agus menjelaskan bahwa penjemputan terhadap Dezi telah dilakukan sejak pertengahan Januari, tepatnya sebelum adanya giat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di wilayah Madiun.

“Benar yang datang Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) dan Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI),” ujar Agus dikutip dari berbagi sumber.

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa Dezi segera dibawa ke Jakarta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut melalui jalur udara via Solo.

“Langsung dibawa ke Jakarta lewat Solo, dekat dari Solo ke Magetan. Kejadian sebelum KPK OTT Wali Kota Madiun,” papar Agus.

Masa Jabatan Singkat dan Penunjukan Plt Dezi Setiapermana diketahui belum lama menduduki kursi Kajari Magetan. Ia baru menjabat selama kurang lebih tiga bulan sejak dilantik pada 31 Oktober 2025 menggantikan Yuana Nurshiyam. “Baru sekitar 3 bulan (menjabat),” jelas Agus.

Menanggapi kekosongan kepemimpinan tersebut, pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menunjuk Farkhan Junaedi, yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kajari Magetan. Penunjukan ini berlaku efektif sejak Senin, 19 Januari 2026.

Menilik sisi materialnya, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 7 Januari 2025, Dezi tercatat memiliki sejumlah aset transportasi dengan nilai total Rp 389 juta.

Koleksi kendaraan di dalam garasinya terdiri dari tiga unit mobil, yakni Honda Jazz GE8 1.5 tahun 2013 senilai Rp 89 juta, Honda CR-V Rm3 WD 2.4 tahun 2013 senilai Rp150 juta, serta sebuah Honda HR-V RU1 1.5 tahun 2016 yang berstatus hibah tanpa akta senilai Rp130 juta.

Selain mobil, ia juga melaporkan kepemilikan dua unit sepeda motor, yaitu Yamaha Aerox tahun 2021 seharga Rp18 juta dan motor Yamaha Mio tahun 2010 dengan nilai taksiran Rp 2 juta. Seluruh aset tersebut, kecuali Honda HR-V, dilaporkan sebagai hasil perolehan sendiri.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru