MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Kabupaten Magetan bersiap menjadi pusat perhatian pecinta otomotif di Jawa Timur. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) setempat tengah mematangkan persiapan Sirkuit Parang yang diproyeksikan menjadi lokasi pembuka (seri pertama) Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Balap Motor Jatim pada Maret 2026 mendatang.
Mewakili Kepala Dikpora Suwata, Kabid Pemuda dan Olahraga (PORA) Wahyu Wijayanto menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyambut ajang bergengsi tersebut saat ditemui pada Senin (26/01/2026).
Meski sarana terus ditingkatkan, Dikpora menegaskan bahwa legalitas penyelenggaraan tetap bergantung pada otoritas balap resmi.
“Pada intinya Dikpora sangat mendukung pelaksanaan Kejurprov Balap Motor 2026 di Sirkuit Magetan. Namun, untuk pelaksanaan event resmi kejuaraan balap motor, kami masih menunggu hasil pengecekan dan rekomendasi resmi dari IMI Provinsi Jawa Timur,” ujar Wahyu.
Hingga saat ini, fasilitas pendukung di sirkuit tersebut sudah cukup mumpuni. Sejumlah infrastruktur yang telah rampung meliputi, area paddock 14 unit beserta akses jalan dan kamar mandi. Dinding pengaman (barrier), jalan pit stop, pagar pengaman, dan penambahan kerb lintasan. Area parkir timur yang telah dipaving, jaringan listrik, serta pasokan air dari PDAM. Selain itu juga pembangunan drainase dan talud di sisi selatan serta utara untuk mencegah longsor.
Wahyu menambahkan bahwa kepastian tanggal bergantung pada verifikasi lapangan. “Informasi dari IMI Magetan, event direncanakan digelar pada Maret 2026,” imbuhnya.

Walaupun pembangunan master plan sirkuit belum tuntas seratus persen, Dikpora optimis merujuk pada kesuksesan latihan atlet nasional Mario Suryo Aji dan Adenanta Putra pada awal 2025 lalu yang menyedot ribuan penonton.
“Berkaca dari dua pelaksanaan event di Sirkuit Magetan awal tahun 2025, terlihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. UMKM di sekitar sirkuit juga ikut terdampak positif. Hal ini tentu menjadi gambaran bahwa pelaksanaan Kejurprov nanti juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Wahyu.
Selain aspek ekonomi, keberadaan sirkuit resmi ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat otomotif dengan cara yang aman dan terarah, sekaligus meminimalisir aksi balap liar di jalanan.
Di sisi lain, IMI Kabupaten Magetan juga mulai melakukan aksi nyata di lapangan. Selain pembersihan area, penataan 10.000 ban pengaman (safety tire) menjadi fokus utama.
Ketua IMI Kabupaten Magetan, Risto Ariesta Vialle, menyebutkan bahwa langkah ini krusial baik untuk pembukaan sesi latihan umum maupun persiapan laga resmi akhir Maret nanti.
“Ini bagian dari komitmen kami agar sirkuit aman, tertata, dan nyaman. Kami berharap seluruh rencana berjalan lancar. Event ini tentu dinantikan masyarakat Magetan dari berbagai kalangan,” tutup Risto.(*)

