Rabu, April 8, 2026

Buy now

spot_img

Revitalisasi RPM Magetan, Produk Lokal Diprioritaskan Jadi Ikon Ekonomi Kreatif

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) — Rumah Promosi Magetan (RPM) bersiap tampil dengan wajah baru. Di bawah kepemimpinan Eko Patrianto, sentra promosi produk unggulan yang merupakan aset Kementerian Perindustrian tersebut mulai menjalani proses revitalisasi untuk mengembalikan fungsinya sebagai etalase utama produk asli Magetan.

Dikesempatan kali ini, Eko Patrianto menyampaikan bahwa keberadaan RPM ke depan akan difokuskan sebagai ruang perlindungan sekaligus penguatan bagi pelaku usaha lokal, khususnya industri kerajinan kulit.

Menurutnya, kondisi kawasan sentra kulit di Jalan Sawo saat ini menghadapi tantangan serius akibat masuknya produk dari luar daerah.

“Sekarang di Jalan Sawo, sekitar 80 persen produk yang beredar bukan lagi asli Magetan. Melalui RPM ini kami ingin menghadirkan ruang yang benar-benar menjadi benteng bagi produsen lokal. Kearifan lokal harus menjadi prioritas,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, RPM tidak lagi sekadar tempat penjualan produk, melainkan akan dikembangkan sebagai destinasi wisata belanja berbasis edukasi. Konsep baru ini menyasar rombongan wisata maupun kunjungan pelajar yang ingin mengenal proses produksi kerajinan khas Magetan.

Pengelola RPM bahkan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah biro perjalanan wisata guna memasukkan RPM dalam rute kunjungan wisata.

“Kami ingin wisatawan datang bukan hanya berbelanja sepatu kulit, tetapi juga menikmati edukasi kerajinan serta kuliner khas Magetan seperti tepo tahu dan produk UMKM lainnya,” jelasnya.

Dalam konsep revitalisasi tersebut, RPM akan menampung sedikitnya tujuh sektor produk unggulan daerah, mulai kerajinan kulit, batik, anyaman bambu, kayu, anyaman plastik hingga produk manik-manik.

Menariknya, pola kerja sama dengan pelaku usaha tidak lagi sebatas sistem konsinyasi. Pihak RPM akan memberikan pesanan produksi sesuai kebutuhan pasar agar pelaku UMKM memiliki kepastian penjualan.

Untuk mendukung kunjungan wisata, pengelola juga menyiapkan strategi khusus bagi kru armada wisata.

“Kami memberikan stimulasi berupa konsumsi, kopi hingga insentif sekitar tujuh persen dari omzet. Harapannya, bus wisata mau berhenti dan pengunjung bisa lebih lama menikmati RPM,” tambahnya.

Seiring perubahan konsep tersebut, manajemen juga tengah menyiapkan identitas baru RPM melalui sayembara penamaan. Beberapa opsi yang muncul di antaranya Magister (Magetan Industri Leader), Makpro, hingga Signature.

Rencananya, wajah baru RPM akan diluncurkan pada 15 April 2026 mendatang dengan jam operasional yang diperpanjang mulai pukul 06.30 WIB hingga 22.30 WIB.

Selain itu, pengelola menggandeng Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) untuk memperkuat promosi digital serta menyiapkan ruang pamer yang lebih representatif.

Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan industri kreatif Magetan sekaligus mengembalikan posisi RPM sebagai ikon promosi produk lokal dan destinasi wisata ekonomi kreatif di Kabupaten Magetan.(niel/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru