MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Suasana penuh kehangatan sekaligus semangat baru menyelimuti acara Pisah Sambut dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala SMK Negeri 1 Bendo, Magetan, pada Rabu (01/04/2026). Momentum ini menandai beralihnya tongkat estafet kepemimpinan dari Pelaksana Tugas (Plt) Supardi, S.Pd, M.Pd., kepada pejabat definitif, Yayuk Sri Rahayu Wahyuningsih, S.Pd, M.Pd.
Ada cerita menarik di balik pergantian ini. Supardi, yang juga Kepala SMA Negeri 1 Ponorogo, ternyata memiliki kedekatan emosional dengan suksesornya. Keduanya adalah teman satu kelas saat menempuh pendidikan di SMPN 1 Kauman puluhan tahun silam.
“Bu Yayuk ini teman satu kelas saya selama tiga tahun di SMP. Dulu beliau sosok yang tenang dan pendiam. Saya tidak menyangka, setelah sekian lama, garis tugas mempertemukan kita kembali untuk bersalaman dalam amanah yang sama di dunia pendidikan,” ujar Supardi dalam sambutannya yang disambut tawa hangat hadirin.
Yayuk Sri Rahayu Wahyuningsih, yang sebelumnya sukses membawa SMKN 1 Sawoo berprestasi di tingkat nasional melalui program Gerakan Sekolah Sehat dan revitalisasi sarana, kini siap membawa “darah segar” ke SMKN 1 Bendo.
Kepada awak media, Yayuk menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan SMKN 1 Bendo sebagai “gudang juara” nasional. Ia mencermati adanya penurunan prestasi dalam dua tahun terakhir yang harus segera dipulihkan.
“Bismillah, fokus awal saya adalah mendampingi praktik-praktik baik yang sudah ada. SMKN 1 Bendo ini sekolah besar dengan 60 rombel namun ruang kelas baru tersedia 40. Kami langsung bergerak cepat, hari ini tim perencana sudah berkomunikasi untuk menindaklanjuti program revitalisasi sarpras ke Ibu Kabid,” terang Yayuk optimis.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Ponorogo-Magetan, Maskun, S.Pd., M.M., menekankan bahwa pengisian jabatan definitif ini adalah langkah strategis untuk stabilitas sekolah. Ia mematok target tinggi bagi seluruh kepala sekolah. Ia mematok target tinggi bagi seluruh kepala sekolah di bawah naungannya, yakni minimal dua prestasi per tahun.
“Mutasi dan promosi adalah hal wajar. Namun target kami jelas, sekolah harus kondusif dan berprestasi. Di wilayah Ponorogo-Magetan, kita sudah membuktikan lonjakan prestasi dari 35 menjadi 135 hingga Maret ini. Untuk SMKN 1 Bendo yang merupakan gudang prestasi, saya yakin torehannya bisa jauh di atas itu,” tegas Maskun.
Maskun juga menambahkan bahwa lulusan SMK saat ini tidak hanya diarahkan untuk bekerja, tapi juga memiliki daya saing tinggi untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP maupun SNBT.
“Program BMW (Bekerja, Wirausaha, Melanjutkan) harus jalan semua. Kami dorong mental juara anak-anak sejak tingkat kabupaten agar tidak ‘kalah sebelum bertanding’. Dengan kepemimpinan baru, kita nantikan SMKN 1 Bendo kembali bersinar di level nasional,” pungkasnya.(ton/red)

