Kamis, Januari 29, 2026

Buy now

spot_img

BUMDes Terung Magetan Mendorong Inovasi, Padukan Ketahanan Pangan dan Wisata Lokal di Embung Sidomas

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pemerintah Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, mengambil langkah progresif dengan mengoptimalkan aset desa, Embung Sidomas, sebagai pusat pengembangan ekonomi lokal. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Terung, desa ini secara resmi memulai budidaya ikan di dalam keramba, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan sektor pariwisata desa.

 

Pada Selasa (25/11/2025), lebih dari 2.000 benih ikan dilepas ke dalam keramba yang telah terpasang. Inisiatif ini patut menjadi contoh bagi BUMDes lain tentang bagaimana anggaran desa dapat dimanfaatkan secara inovatif untuk menciptakan sumber pendapatan baru dan manfaat sosial yang berkelanjutan.

Kepala Desa Terung, Suwarno, menjelaskan bahwa penebaran benih ini merupakan langkah awal dari program ketahanan pangan yang dialokasikan sebesar 20 persen dari dana desa.

“Alhamdulillah hari ini penebaran benih ikan sudah bisa dilakukan. Ini merupakan program ketahanan pangan 20 persen untuk Desa Terung dalam bentuk pembuatan keramba ikan,” ujar Suwarno.

Dari total anggaran ketahanan pangan sebesar Rp155 juta, Rp120 juta di antaranya dialokasikan untuk pembangunan keramba ikan. Suwarno berharap program ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan desa.

“Mudah-mudahan ikannya tumbuh dengan baik dan bisa menghasilkan. Paling tidak nanti bisa memberi sumbangan untuk PAD Desa Terung,” tambahnya.

Uniknya, Embung Sidomas diproyeksikan memiliki tiga fungsi vital, yaitu sebagai pengairan sawah, destinasi wisata, dan sentra perikanan keramba. Untuk mendukung fungsi wisata, desa telah merencanakan pembangunan fasilitas pendukung.

“Embung ini punya tiga fungsi, pengairan, destinasi wisata, dan keramba ikan. Untuk 2026 kami sudah merencanakan pembangunan gazebo di sekitar embung agar warga bisa memancing, rekreasi, dan menikmati suasana,” jelasnya.

Di sisi manajemen, BUMDes Terung berkomitmen untuk mengelola program ini secara profesional. Ketua BUMDes Terung, Kartini, menyatakan bahwa sebanyak 2.100 benih ikan telah ditebar dan pengelolaan akan diserahkan kepada unit khusus.

“BUMDes akan membentuk unit pengelolaan keramba. Kita tidak hanya membudidayakan ikan, tetapi juga memikirkan pemasaran dan pengembangan ke depan,” ujar Kartini.

Pengembangan BUMDes ini tidak hanya berhenti pada penjualan ikan segar. Kartini mengungkapkan rencana ambisius untuk menjadikan Embung Sidomas sebagai sentra kuliner ikan.

“Ke depan kita ingin mengembangkan wisata kuliner di sini. Selain itu, kami juga menyiapkan unit pemancingan dan event perlombaan mancing untuk menarik pengunjung,” tambahnya.

Dengan sinergi antara pemerintah desa dan BUMDes dalam mengelola Embung Sidomas, Desa Terung membuktikan bahwa dengan inovasi dan visi, potensi lokal dapat diubah menjadi sumber daya ekonomi yang kuat. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi BUMDes lain untuk terus bergerak maju dan kreatif dalam menciptakan peluang bagi kesejahteraan masyarakat desa.(ton/red).

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru