MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Malam di Pendopo Surya Graha Magetan, Jumat (19/12/2025), terasa lebih hangat dari biasanya. Di bawah pendar lampu pendopo yang artistik, wajah-wajah insan pers tampak berseri. Di antara deretan pemenang yang naik ke panggung, terselip kebahagiaan dari keluarga besar Koran Harian Bangsa.
Tahun ini, dedikasi mereka dalam merajut kata dan data berbuah manis. Juara 3 Media Award 2025 garapan Diskominfo Kabupaten Magetan resmi dibawa pulang.
Kemenangan ini bukan diraih lewat berita seremonial belaka. Harian Bangsa mencoba menyelami isu besar nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kacamata lokal yang sangat membumi. Lewat tulisan berjudul “Dampak Domino MBG, Dari Kandang Bebek Menjadi Penggerak Ekonomi Desa”, di Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan.
Harian Bangsa berhasil memotret bagaimana kebijakan piring makan anak-anak sekolah ternyata bisa menggetarkan denyut nadi peternak di pelosok desa.
Tema besar tahun ini, “MBG: Harapan dan Tantangan Mewujudkan Generasi Berkualitas untuk Magetan Maju dan Indonesia Emas 2045”, memang menuntut jurnalis untuk lebih peka.

Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, yang hadir mewakili Bupati, menekankan bahwa media adalah napas bagi program pemerintah.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing. Oleh karena itu, dukungan media sangat dibutuhkan untuk mengawal, mengedukasi, sekaligus memberikan kritik membangun demi keberhasilan program tersebut,” tegas Kang Suyat dalam sambutannya.
Di balik artikel yang nangkring di halaman 5 itu, ada sosok Anton Suroso. Wartawan Harian Bangsa yang sehari-hari bergelut dengan debu jalanan Magetan ini tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, piala ini adalah milik kerja tim yang solid.
“Alhamdulillah dapat juara 3, semoga tahun depan bisa lebih baik lagi dalam berkarya,” ujar Anton.
Ia pun tak lupa menyapa mereka yang ada di balik layar, mulai dari narasumber dengan sengan hati memberi informasi di lapangan hingga “dapur” redaksi di Surabaya.
“Terimakasih narasumber, terimakasih juga kepada redaktur halaman 5 Koran Harian Bangsa yang sudah mau menayangkan karya dari Magetan,” tambahnya.
Kepala Diskominfo Magetan, Cahaya Wijaya, membeberkan bahwa kompetisi tahun ini bukanlah perkara mudah. Ada 73 karya dari 38 jurnalis yang bertarung lintas platform mulai dari cetak, elektronik, hingga daring.
Melalui proses seleksi transparan oleh akademisi dan praktisi jurnalis profesional, hanya terpilih 26 nominasi terbaik. Harian Bangsa berhasil menembus ketatnya kurasi tersebut dan mengamankan posisi tiga besar.
Malam penganugerahan itu akhirnya ditutup dengan optimisme. Bahwa jurnalisme bukan hanya soal melaporkan peristiwa, tapi tentang menjadi jembatan informasi yang membangun daerah. Bagi Harian Bangsa, juara ini hanyalah awal untuk terus bercerita tentang Magetan yang lebih baik.(ton/red)

