MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pemerintah Kabupaten Magetan tidak ingin main-main dalam urusan masa depan lingkungan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP), Magetan kini tengah memacu berbagai inovasi strategis untuk mendongkrak Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang meliputi kualitas air, udara, hingga lahan.
Pemkab Magetan telah memetakan empat isu krusial yang menjadi fokus utama adalah pengelolaan sampah, penurunan kualitas air, perubahan tata guna lahan, serta mitigasi risiko bencana.
Salah satu terobosan besar adalah penguatan pengelolaan sampah berbasis komunitas. Melalui Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, warga didorong untuk mandiri mengolah sampah di tingkat desa. Saat ini, telah terbentuk 62 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dari total 234 desa/kelurahan yang menjadi garda terdepan di lapangan.
Tak hanya itu, kehadiran Bank Sampah Induk (BSI) “Omah Apik” menjadi motor penggerak ekonomi sirkular bagi 441 Bank Sampah Unit. Melalui program Si JOLU (Aksi iJOL Uwuh), masyarakat bisa menukarkan sampah terpilah dengan sembako hingga bibit tanaman.
Inovasi kreatif yang dihasilkan BSI pun cukup mencengangkan, di antaranya, Paving block dari limbah plastik kemasan.Biogas organik dan pupuk organik hasil budidaya maggot BSF. Kompor minyak jelantah yang ramah kantong dan lingkungan.
Untuk urusan limbah berbahaya, tersedia layanan E-Waste Service bagi sampah elektronik, serta kemudahan pembayaran melalui Resi Nona (retribusi non-tunai).
Di sektor perairan, program Si Kasih (Aksi Kali Bersih) dan Si Tepo (Aksi Tebar Kompos) terus digencarkan untuk memastikan sungai tetap bersih dan tanah tetap subur. Pemkab juga fokus pada reboisasi di kawasan kritis seperti Sumber Air Dawuhan.
Edukasi sejak dini melalui program GESID serta pemanfaatan limbah ternak melalui GO KOHE (pupuk kohe) menjadi bukti bahwa setiap lini kehidupan di Magetan mulai diintegrasikan dengan prinsip ramah lingkungan.
Selain itu, melalui SI HIJAU (Aksi Penghijauan), Pemkab Magetan juga mewajibkan gerakan menanam pohon dan pengembangan hutan kota tematik. Hal ini dilakukan guna memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai benteng pertahanan terhadap perubahan iklim.
“Melalui rangkaian inovasi tersebut, DLHP Magetan menegaskan komitmennya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau serta berkelanjutan demi meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat Magetan,” tulis pernyataan resmi DLHP terkait visi besar ini.
Dengan kolaborasi rutin seperti Gerakan Jumingsih (Jumat Minggu Bersih) yang melibatkan TNI, Polri, dan dunia usaha, Magetan optimis bahwa menjaga lingkungan hari ini adalah cara terbaik menyiapkan masa depan yang layak bagi generasi mendatang.(dng/red)

