Kamis, Januari 29, 2026

Buy now

spot_img

Tragedi di Umbul Ponggok, Niat Foto Bawah Air, Remaja Asal Jakarta Meninggal Dunia

KLATEN (BLOKJATIM.COM) – Keceriaan liburan keluarga asal Jakarta di objek wisata populer Umbul Ponggok, yang terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kebupaten Klaten, Jawa Tengah berakhir duka. Seorang remaja berinisial SH (17) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat hendak menjalani sesi pemotretan bawah air pada Kamis (25/12/2025).

Korban merupakan pelajar yang berdomisili di Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden memilukan ini terjadi di tengah suasana libur Natal dan tahun baru.

Kasi Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, mengonfirmasi bahwa korban tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB bersama orang tua dan adiknya. Sebelum insiden terjadi, korban diketahui sempat berenang cukup lama, bahkan terlihat aktif berenang bolak-balik dari ujung utara ke selatan kolam.

Petaka muncul saat keluarga tersebut memutuskan untuk mengambil paket foto bawah air menggunakan properti sepeda motor sekitar pukul 13.15 WIB.

”Insiden bermula ketika keluarga korban berenang di area umum. Kemudian berencana mengambil paket foto bawah air dengan properti motor sekitar pukul 13.15 WIB,” ujar AKBP Suwoto saat dikonfirmasi Jumat (26/12/2025).

Saat sesi pemotretan dimulai, ibu korban mendapat giliran pertama, sementara SH menunggu giliran berikutnya. Namun, suasana mendadak berubah menjadi kepanikan ketika pengunjung lain melihat tubuh seseorang tergeletak di dasar umbul.

”Saat sesi pemotretan ibu korban sedang berlangsung, tiba-tiba ada pengunjung lain yang berteriak melihat seseorang tenggelam di dasar umbul. Tim rescue objek wisata segera melakukan upaya penyelamatan dan mengevakuasi korban ke daratan,” jelas Suwoto.

Meskipun sempat dievakuasi dalam kondisi lemas, denyut nadi korban dilaporkan masih ada saat pertama kali diangkat. Petugas di lokasi langsung melarikan SH ke RSU Islam Klaten guna mendapatkan pertolongan darurat. Sayangnya, nyawa remaja tersebut tidak tertolong.

”Korban sempat mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit. Namun pada pukul 13.50 WIB, tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena mengalami gagal napas,” tambah Suwoto.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian diduga murni akibat kecelakaan air yang memicu gagal napas.

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak prosedur autopsi.

”Pihak keluarga sudah memberikan pernyataan bahwa mereka ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka juga menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun atas musibah ini,” kata Suwoto.

Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau pengelola wisata dan pengunjung untuk lebih waspada, terutama dalam memantau kondisi fisik sebelum melakukan aktivitas air yang berat demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru