MADIUN (BLOKJATIM.COM) – Keberhasilan Kabupaten Madiun dalam menjaga status swasembada pangan menjadi bukti nyata efektifnya kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, dan para petani. Sinergi ini ditegaskan kembali dalam agenda Panen Raya Nasional 2026 yang diikuti secara virtual oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Presiden Republik Indonesia pada Rabu (7/1/2026).
Acara yang berlangsung di Halaman Parkir Timur Pusat Pemerintahan (Puspem) tersebut menyoroti posisi strategis Kabupaten Madiun dalam peta ketahanan pangan regional. Berdasarkan data produksi padi, wilayah ini menempati peringkat ketujuh sebagai penghasil beras terbesar di Provinsi Jawa Timur.
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian sektor pertanian di wilayahnya. Ia memastikan bahwa ketersediaan pangan bagi masyarakat berada dalam level yang sangat aman.
“Alhamdulillah, Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah yang sudah swasembada pangan. Di Jawa Timur, Kabupaten Madiun berada di urutan ketujuh sebagai daerah penghasil padi,” ujar Hari Wuryanto.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa koordinasi dengan Perum Bulog terus diperkuat guna menjamin hasil panen petani terserap secara maksimal di pasar.
“Untuk stok pangan, alhamdulillah mencukupi. Kami sudah bekerja sama dengan Bulog sehingga penyerapan gabah petani dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Menanggapi arahan Presiden, Hari Wuryanto berkomitmen untuk terus merangkul seluruh elemen masyarakat agar kemandirian pangan ini tetap terjaga berkelanjutan.
“Seperti yang disampaikan Presiden, swasembada pangan harus terus dijaga. Insyaallah, bersama para petani dan seluruh komponen di Kabupaten Madiun, capaian ini dapat terus dipertahankan,” tegasnya.
Di sisi lain, jajaran TNI melalui Korem 081/DSJ menyatakan kesiapannya untuk mengawal kebijakan ketahanan pangan nasional di tingkat daerah. Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm. Untoro, menyebutkan bahwa pendampingan teknis oleh Babinsa menjadi ujung tombak dalam membantu produktivitas petani.
“Peran TNI dalam ketahanan pangan merupakan perintah pimpinan untuk membantu Kementerian Pertanian. Seluruh personel, khususnya Babinsa, dilibatkan untuk mendampingi petani, termasuk dalam proses penyerapan gabah oleh Bulog,” kata Kolonel Untoro.
TNI berkomitmen untuk terus bersiaga mendukung pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) serta distribusi hasil tani, meski angka target untuk tahun 2026 masih dalam proses penetapan.
“Kami siap mendukung berapapun target yang ditetapkan, serta mendukung Pemerintah Kabupaten Madiun dalam menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan dan mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” pungkasnya.(*)

