MADIUN (BLOKJATIM.COM) – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mematangkan kesiapan aparatur desa dalam mengelola anggaran tahun 2026. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Tata Kelola Keuangan Desa, para perangkat desa se-Kecamatan Wungu didorong untuk melakukan modernisasi administrasi demi pelayanan publik yang lebih prima.
Acara yang berlangsung di Graha Lembah Wilis, Desa Kresek, pada Selasa (13/1/2026) tersebut menjadi ajang penguatan kapasitas bagi seluruh kepala desa dan jajaran perangkat desa setempat.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut memberikan arahan tegas mengenai pentingnya memulai pelaksanaan program sejak awal tahun. Hal ini bertujuan untuk menghindari penumpukan pekerjaan di masa akhir anggaran.
“Program yang sudah disepakati harus dilaksanakan sesuai perencanaan. Dengan begitu, pelaksanaan bisa lebih terukur dan tidak terburu-buru di akhir tahun,” ujar Hari Wuryanto.
Di tengah kebijakan efisiensi yang tengah berjalan, Bupati juga mengingatkan agar setiap desa jeli dalam menentukan arah kebijakan anggaran. Desa dituntut untuk menyaring program yang memiliki tingkat urgensi paling tinggi bagi warga.
“Anggaran itu terbatas, sehingga perlu penentuan prioritas agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak,” jelasnya.
Terkait ketersediaan anggaran, Bupati menjelaskan bahwa proses penyaluran dana desa sedang berjalan secara bertahap. Sebagian dana telah cair, sementara sisanya masih menunggu regulasi program mandatori dari pemerintah pusat. Jika terjadi perubahan kebijakan, mekanisme penyesuaian akan dilakukan melalui skema perubahan anggaran.
Selain ketertiban administratif, Bupati menekankan bahwa transformasi digital dan peningkatan kapasitas SDM adalah kunci kesejahteraan masyarakat. Penggunaan teknologi dalam tata kelola pemerintahan diharapkan dapat mempermudah birokrasi di tingkat desa.
“Pengelolaan keuangan desa yang tertib dan transparan akan mendukung efektivitas pemerintahan desa serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Melalui Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap seluruh desa di Kecamatan Wungu dapat menjadi pionir dalam pengelolaan anggaran yang akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.(arga/red)

