Rabu, Januari 28, 2026

Buy now

spot_img

Dukung Pembangunan 1500 Kapal, Riyono Usulkan 60% Alokasi untuk Nelayan Kecil

JAKARTA (BLOKJATIM.COM) – Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangkitkan sektor maritim kian nyata. Pasca pertemuan strategis dengan Perdana Menteri Inggris, sinyal kebangkitan industri laut Indonesia diperkuat dengan lonjakan signifikan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2026 yang menyentuh angka Rp 13 Triliun, naik drastis dari Rp 6,2 Triliun di tahun sebelumnya.

Menanggapi optimisme pemerintah, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono (yang akrab disapa Riyono Caping), memberikan catatan penting terkait rencana pembangunan 1.500 kapal perikanan. Ia menekankan bahwa proyek ambisius ini harus berorientasi pada kesejahteraan nelayan tradisional.

“Pembangunan kapal perikanan sebanyak 1500 ini bagus untuk mengembangkan industri perikanan berbasis ekonomi biru dengan subyek utama nelayan. Jadi fokus tetap kesejahteraan nelayan yang utama,” papar legislator asal Dapil VII Jawa Timur tersebut.

Riyono mengingatkan bahwa program serupa pernah dicanangkan pada tahun 2016. Namun, untuk memastikan efektivitas program kali ini, ia mengusulkan adanya pembagian porsi yang adil antara industri besar dan nelayan kecil.

Mengingat data bahwa 90% nelayan Indonesia merupakan nelayan kecil dengan kapal di bawah 5 GT, Riyono memberikan usulan konkret.

“Kalau Presiden menghendaki membangun 1500 kapal maka usul saya 60% atau 900 kapal untuk nelayan dengan maksimal 30 GT dan 600 kapal di atas 30 GT untuk koperasi nelayan merah putih,” tegas Ketua DPP PKS Bidang Tani dan Nelayan tersebut.

Selain memperkuat armada perikanan tangkap, proyek ini diyakini akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru, mulai dari sektor manufaktur kapal hingga penyerapan tenaga kerja di laut.

“Pembangunan kapal perikanan sebanyak 1500 kapal ini akan mampu merekrut ABK antara 15 – 25 ribu pekerja, belum tenaga kerja yang membuat kapal. PKS sangat mendukung program ini,” tambah Riyono.

Langkah ini diharapkan dapat menambah kekuatan armada nasional. Berdasarkan data KKP tahun 2025, saat ini terdapat 9.394 kapal yang telah terpasang Vessel Monitoring System (VMS). Tambahan 1.500 unit kapal baru diprediksi akan mengoptimalkan pilar ekonomi biru Indonesia di masa depan.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru