Kamis, Januari 29, 2026

Buy now

spot_img

Meski Cuaca Panas Menyengat, Monumen Reog Sudah Diserbu Wisatawan

PONOROGO (BLOKJATIM.COM) – Proyek ambisius Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Gunung Kapur, Kecamatan Sampung, kini tengah menjadi pusat perhatian. Meski gedung utama setinggi 126 meter tersebut diprediksi baru akan rampung sepenuhnya pada tahun 2028, animo masyarakat untuk menyaksikan “reog raksasa” baru Jawa Timur ini sudah tidak terbendung.

Setiap akhir pekan, ratusan pengunjung mulai memadati kawasan perbukitan kapur ini. Daya tarik utama tentu saja kemegahan struktur patung Dadak Merak dan Harimau yang mulai terlihat mendominasi cakrawala Ponorogo.

Dibalik pemandangan panorama yang memukau dari ketinggian, para wisatawan harus berhadapan dengan satu tantangan besar, yakni suhu udara yang panas menyengat. Lokasi proyek yang berada di area tambang kapur membuat kawasan ini minim vegetasi pelindung, sehingga terik matahari siang hari terasa sangat membakar kulit.

Wijaya, seorang pengunjung asal Madiun yang datang bersama keluarganya, membagikan pengalamannya saat berkunjung pada jam makan siang.

“Bangunannya memang luar biasa megah, dari jauh saja sudah kelihatan gagah. Tapi jujur, panasnya luar biasa. Karena ini di bukit kapur dan pohonnya masih sangat sedikit, rasanya seperti dipanggang kalau tidak pakai payung,” ujar Wijaya sambil menyeka keringat, Minggu (25/1/2026).

Ia juga menambahkan bahwa fasilitas berteduh masih sangat terbatas, lebih banyak warung-warung dengan tenda seadanya, sehingga terkesan kurang rapi.

“Yang banyak tenda-tenda warung berwarna-warni. Ada biru, orange dan lainya, jadi kalau ikut ke foto menjadi kurang estetik,” jelasnya.

Pemerintah setempat melalui pelaksana proyek terus mengebut pengerjaan. Memasuki periode 2025-2026, fokus pembangunan diarahkan pada perbaikan jalan dan area parkir. Pembangunan toilet, mushola, dan area UMKM dan pemasangan panel artistik pada tubuh monumen.

Pihak pengelola menghimbau bagi warga yang ingin berkunjung agar datang pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari puncak panas matahari. Penggunaan sunblock, topi, dan membawa air minum pribadi sangat disarankan demi kenyamanan selama berada di lokasi.

Monumen yang diproyeksikan menjadi salah satu patung tertinggi di Indonesia ini bukan sekadar beton, melainkan simbol kebanggaan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru