MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Personel kepolisian memperketat pengawasan di gerbang perbatasan Magetan–Madiun guna memastikan situasi wilayah tetap stabil. Pada Kamis (5/2/2026), Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, memimpin langsung operasi Kegiatan Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di titik krusial perbatasan Madigondo.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat kepolisian dalam memitigasi pergerakan massa asal Magetan yang berencana menuju Kota Madiun untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait penolakan kegiatan salah satu perguruan pencak silat.
Fokus pengamanan dipusatkan di Kecamatan Takeran, tepatnya di jalur penghubung Madigondo. Dalam operasi ini, petugas tidak hanya berjaga, tetapi juga melakukan pemeriksaan kendaraan secara selektif dan humanis.
AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa kehadiran Polri di lapangan adalah untuk menjamin hak masyarakat luas agar tetap bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa merasa terancam oleh adanya mobilisasi massa dalam skala besar.
“Prioritas kami adalah pencegahan. Kami bersiaga di perbatasan untuk memastikan tidak ada pergerakan massa yang dapat memicu gangguan keamanan. Tujuannya jelas, yakni menjaga agar Magetan dan sekitarnya tetap tenang dan terkendali,” jelas AKBP Raden Erik, Kamis (5/2/2026).
Beliau juga menitipkan pesan kepada warga agar tetap berkepala dingin dan tidak terpengaruh oleh ajakan yang bersifat provokatif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kedamaian dan tidak terhasut oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Mari kita serahkan pengamanan wilayah kepada petugas. Jika melihat hal yang mencurigakan, segera hubungi kami,” imbuhnya.
Melalui operasi penyekatan ini, diharapkan tensi di wilayah perbatasan dapat diredam sehingga kondusifitas masyarakat di kedua wilayah tetap terjaga dengan baik menyusul akan digelarnya Parapatan Luhur oleh salah satu perguruan silat di Madiun.(*)

