MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Hari ini, 9 Februari 2026, Indonesia kembali merayakan Hari Pers Nasional (HPN). Sebuah momentum yang bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat sejarah panjang perjuangan bangsa. Dari lembaran Bataviaasche Nouvelles di tahun 1744 hingga lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta tahun 1946, pers telah berevolusi dari alat kolonial menjadi senjata kemerdekaan.
Namun, di tahun 2026 ini, wajah pers kita telah berubah total. Jika dulu informasi didominasi oleh raksasa media nasional, kini peta kekuatan itu bergeser. Kita sedang menyaksikan fenomena “Media Lokal Mengepung Kota.”
Ledakan Media dan Tantangan Kualitas
Di tingkat kabupaten atau kota, pertumbuhan media bagaikan jamur di musim hujan. Jika dulu jumlah media bisa dihitung jari, sekarang jumlahnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan di satu daerah. Media lokal kini lebih dipercaya masyarakat karena mereka tahu setiap sudut “gang” dan “seluk-beluk” daerahnya—hal yang mustahil ditembus oleh media nasional yang duduk di Jakarta.
Namun, kuantitas yang membeludak ini menyimpan bom waktu. Sayangnya, menjamurnya perusahaan pers baru seringkali tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Kita masih sering menjumpai: Penyajian berita yang mengabaikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Kurangnya pemahaman mendalam terhadap UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Praktik jurnalistik yang hanya mengejar kecepatan tanpa akurasi.
Berbenah atau Tergilas
Kebebasan pers adalah hak asasi, namun profesionalisme adalah kewajiban. Agar media lokal tidak hanya sekadar “ada”, tetapi juga dipercaya dan disegani, ada dua langkah kunci yang harus ditempuh:
Uji Kompetensi Wartawan (UKW): Wartawan bukan sekadar orang yang bisa menulis, tapi mereka yang paham tanggung jawab moral dan hukum dari setiap kata yang ditayangkan.
Verifikasi Dewan Pers: Perusahaan pers harus memiliki legalitas yang jelas. Ini adalah jaminan bagi publik bahwa produk berita yang mereka konsumsi berasal dari lembaga yang bertanggung jawab.
Menuju Pers yang Berdaulat
Sesuai dengan tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, media lokal memiliki peran krusial dalam memperkuat ekonomi daerah. Pers yang sehat adalah pers yang mampu mengkritik secara konstruktif dan mempromosikan potensi daerahnya dengan cara yang cerdas.
Selamat Hari Pers Nasional 2026. Mari kita buktikan bahwa media lokal bukan hanya pelengkap, melainkan pilar demokrasi yang profesional dan berintegritas. Jadilah penguasa di daerah sendiri dengan kualitas, bukan sekadar kuantitas.(*)

