MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, memberikan jawaban resmi atas surat terbuka yang beredar di ruang publik. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keterbukaan informasi serta meluruskan berbagai disinformasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (11/4/2026), Bupati yang akrab disapa Bunda Nanik ini menyampaikan bahwa kritik maupun opini publik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Menurutnya, respons masyarakat justru menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan edukatif.
“Terlebih dahulu saya mengucapkan terima kasih kepada warga yang masih peduli dengan memberikan saran dan kritik melalui surat terbuka. Hal tersebut menunjukkan bahwa ruang demokrasi dan transparansi di Magetan masih berjalan dengan baik,” ujar Bunda Nanik.
Terkait persoalan banjir yang sempat melanda beberapa wilayah, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Magetan telah melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa penanganan banjir memerlukan koordinasi lintas sektor, mulai dari perbaikan sistem irigasi, drainase, hingga penguatan aturan pemanfaatan lahan.
“Kami tidak ingin terjebak pada pencarian pihak yang disalahkan. Saat ini, pemerintah fokus pada solusi jangka pendek dan panjang melalui investigasi lapangan serta pemetaan detail. Kami pastikan masyarakat terdampak segera tertangani dan tidak ada rumah warga yang tertinggal lumpur pascabanjir,” jelasnya.
Selain isu bencana, Bupati juga memberikan klarifikasi mengenai agenda kegiatan di Jakarta, termasuk acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Forum Komunikasi Pawitandirogo yang dijadwalkan pada 17–19 April mendatang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan undangan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk promosi potensi daerah.
Bupati menekankan bahwa forum tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi sarana untuk memaparkan langsung persoalan infrastruktur Magetan di hadapan pemerintah pusat, termasuk kepada Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Mengenai transparansi anggaran, ia memastikan seluruh perjalanan dinas dilakukan secara selektif berdasarkan urgensi dan rasionalitas.
“Kehadiran pemerintah juga merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat Magetan di perantauan agar mereka tetap merasa menjadi bagian dari pembangunan daerah,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Bupati Nanik memastikan bahwa Dana Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk mitigasi bencana telah disiapkan dalam anggaran tahunan. Ia menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan warga dengan semangat gotong-royong atau “Magetan Kumandang Yen Kabeh Tumandang”.
“Pemerintah sangat menghargai setiap masukan demi kemajuan Kabupaten Magetan ke depan,” pungkasnya.(ton/red)

