Senin, April 13, 2026

Buy now

spot_img

Seleksi Paskibraka Magetan 2026: 74 Peserta Terbaik Menanti Pengumuman Resmi

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Magetan tahun 2026 memasuki babak akhir. Sebanyak 74 pelajar terbaik dipastikan akan mengemban amanah sebagai garda terdepan upacara HUT RI ke-81, setelah menyisihkan ratusan pendaftar melalui serangkaian tes ketat.

Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama Bakesbangpol Magetan, Sari Puspitaningrum, menjelaskan bahwa saat ini hasil akhir seleksi telah dipetakan dan tinggal menunggu pengesahan administratif.

“Saat ini ada 118 peserta yang bertahan hingga tahap akhir. Namun, sesuai kebutuhan, hanya 74 peserta yang akan dinyatakan lolos. Data sudah kami naikkan ke Pak Sekda untuk ditandatangani. Segera setelah itu, akan kami umumkan secara resmi,” ujar Sari saat ditemui di kantornya, Senin (13/4/2026).

Sari menekankan bahwa seleksi tahun ini dilakukan secara transparan dengan sistem gugur di setiap tahapan. Dimulai dari Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi sekolah, proses berlanjut ke seleksi administrasi, Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Setelah TIU-TWK yang dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan pengawasan ketat, peserta lanjut ke tes kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tes kesamaptaan dan kepribadian,” urainya.

Tak hanya soal kecerdasan, fisik menjadi faktor penentu utama. Standar tinggi badan ditetapkan minimal 170 cm untuk putra dan 165 cm untuk putri. Namun, Sari mengungkapkan banyak peserta yang gugur bukan karena tinggi badan, melainkan ketidakseimbangan berat badan (indeks massa tubuh) dan kondisi fisik luar.

“Ada pertimbangan detail seperti bentuk kaki (X/O) hingga kondisi kulit. Mengingat latihan nanti sangat ekstrem di bawah terik matahari, kami memperhatikan kesehatan kulit peserta agar tidak berdampak buruk saat bertugas nanti,” tambahnya.

Terkait mekanisme pendaftaran, Bakesbangpol menerapkan kuota maksimal 10 orang per sekolah. Namun, antusiasme yang tinggi membuat beberapa siswa menempuh jalur mandiri dengan rekomendasi kepala sekolah.

Sari menegaskan bahwa meskipun ada jalur mandiri, transparansi tetap dijaga. Tidak ada sekolah yang mendominasi melebihi kuota yang ditetapkan guna menjaga pemerataan perwakilan wilayah.

“Dari 18 kecamatan di Magetan, sebanyak 13 kecamatan memiliki perwakilan. Lima kecamatan lainnya absen karena memang tidak memiliki SMA/MA/SMK di wilayah tersebut,” jelasnya.

Dari 74 peserta yang terpilih nanti, Kabupaten Magetan akan menjaring tiga pasang putra-putri terbaik untuk dikirim ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Tiga pasang atau enam orang terbaik akan menjadi delegasi Magetan di tingkat Provinsi. Penilaiannya sangat komprehensif, mencakup seluruh tahapan yang sudah dilalui,” terang Sari.

Masyarakat dan para peserta diharapkan memantau kanal informasi resmi Pemkab Magetan atau Bakesbangpol dalam waktu dekat untuk melihat daftar nama yang lolos seleksi akhir.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru