MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Mendekati momentum Hari Raya Idul fitri, masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan mulai dikhawatirkan dengan sulitnya mendapatkan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram atau gas melon. Kekosongan ini memaksa warga berburu hingga ke luar desa meski hasilnya sering kali nihil.
Kondisi ini mulai dirasakan warga sejak beberapa hari terakhir. Yuli, warga Desa Ringinagung, mengungkapkan kesulitannya dalam mencari bahan bakar subsidi tersebut. Ia mengaku sudah berkeliling hingga ke kecamatan tetangga, namun tetap tidak membuahkan hasil.
“Muter cari gas tidak ada semua, sampai ke Ngariboyo. Agen-agen juga belum datang. Padahal mau masak saja tidak bisa kalau tidak ada gas,” keluh Yuli dengan nada kecewa, Minggu (15/3/2026).
Hal senada dialami oleh Bagus, warga Desa Banyudono, Ngariboyo. Sebagai pedagang warung kopi di kawasan Kota Magetan, ketersediaan gas adalah urat nadi usahanya. Namun, ia harus menelan pil pahit setelah mengitari satu desa tanpa membawa pulang satu pun tabung berisi.
“Sudah muter satu desa, tetap tidak ada,” ujarnya singkat.
Menanggapi jeritan masyarakat di bawah, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, atau yang akrab disapa Kang Suyat, memberikan klarifikasi. Pihaknya mengklaim bahwa secara administratif, pasokan LPG di Magetan menjelang Lebaran seharusnya dalam kondisi aman.
Menurut Kang Suyat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) telah melakukan langkah cepat dengan bersurat ke PT Pertamina untuk meminta penambahan kuota cadangan.
“Ada laporan (kelangkaan) dan sudah ditindaklanjuti oleh Pak Cip (Kepala Disperindag). Kami sudah meminta surat kepada PT Pertamina agar ada penambahan kuota. Insya Allah segera terkendali,” ujar Kang Suyat saat ditemui pada Senin (16/3/2026).
Selain upaya penambahan stok, Kang Suyat juga mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku usaha dan oknum yang mencoba bermain di tengah situasi sulit ini. Ia menegaskan bahwa Satgas Pangan tidak akan segan-segan menindak tegas praktik penimbunan.
“Kita minta masyarakat, kalau ada pelaku usaha yang melakukan penimbunan, segera lapor. Itu merupakan tindak pidana. Jangan sampai dilakukan karena aparat dan Satgas Pangan akan bertindak,” tegasnya.
Ia mengingatkan para pengusaha agar tidak melakukan spekulasi yang merugikan rakyat kecil, terutama di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global saat ini.
“Kita harus sensitif betul dengan kebutuhan pokok masyarakat. Jangan ada spekulasi sifatnya, terutama soal gas LPG ini,” tegas Wakil Bupati.
Saat ini, warga Magetan hanya bisa berharap distribusi tambahan kuota dari Pertamina segera terealisasi agar aktivitas dapur dan usaha kecil kembali normal sebelum hari raya tiba. Kalau dibeberapa wilayah warga mengaku sulit mencari LPG 3 kg beberapa hari ini, bagaimana kondisi LPG 3 Kg di tempatmu, aman atau juga sulit?.

