Jumat, Mei 1, 2026

Buy now

spot_img

Kerja Bakti di Jalur Utama Sarangan, DPD LDII Magetan Soroti Puluhan Meter Drainase Tertimbun Material

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Ratusan relawan dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Magetan menggelar aksi kerja bakti massal di sepanjang jalur utama Sarangan, tepatnya di Telaga Wahyu hingga Simpang Tiga Singolangu, Kecamatan Plaosan, Jumat (1/5/2026).

Aksi bertajuk “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” ini mengungkap fakta mengejutkan di lapangan, yakni terputusnya saluran drainase akibat tertimbun material tanah yang diduga menjadi pemicu banjir di kawasan wisata tersebut.

Ketua DPD LDII Kabupaten Magetan, H. Joko Pramono, S.H., M.Si., menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan sekitar 250 hingga 300 warga untuk membersihkan lingkungan. Namun, langkah mereka terhenti saat menemukan titik sumbatan yang cukup parah.

“Kami menemukan fakta di lapangan, kurang lebih 50 meter saluran air tertutup total oleh timbunan material yang jatuh dari lahan di belakangnya. Akibatnya, kami tidak bisa menindaklanjuti pembersihan secara manual,” ujar Joko saat ditemui di lokasi kerja bakti.

Kondisi ini menurutnya sangat mengkhawatirkan. Sebagai jalur utama menuju destinasi wisata unggulan di Magetan, saluran air yang tersumbat tidak hanya merusak kenyamanan, tetapi juga menjadi ancaman nyata saat hujan deras tiba.

Menanggapi temuan tersebut, LDII Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dinas terkait, untuk segera mengambil tindakan konkret dengan menurunkan alat berat.

“Saya memohon kepada pihak terkait, setidaknya ada excavator atau bulldozer untuk membuat kembali saluran baru di titik yang tertimbun itu. Jika bentuk salurannya sudah ada, warga kami bisa rutin membantu merawatnya secara berkala,” tegas Joko.

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya jika masalah ini dibiarkan. Joko khawatir aksi bersih-bersih yang dilakukan warga justru dianggap tidak efektif jika luapan air tetap terjadi akibat sumbatan permanen di titik tersebut.

“Jangan sampai niat positif kami justru berbuah negatif karena air tetap meluap ke jalan akibat saluran yang memang sudah terputus di sana,” tambahnya.

Terkait status lahan yang menimbun saluran air tersebut, pihak LDII enggan berspekulasi mengenai legalitas kepemilikan lahan, apakah milik pribadi atau negara. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada BPN dan instansi yang berwenang.

Fokus utama LDII saat ini adalah pelaporan resmi kepada jajaran pimpinan daerah. Joko memastikan telah melayangkan surat tembusan mulai dari tingkat Kecamatan (Camat, Polsek, Koramil) hingga Bupati, Dandim, Kapolres, dan Kemenag.

“LDII adalah lembaga dakwah yang tidak hanya bergerak di dalam masjid. Ini adalah Dakwah Bil Hal, yakni berdakwah dengan perbuatan nyata. Sesuai prinsip Khoirunnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” imbuhnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah daerah untuk lebih responsif terhadap pemeliharaan infrastruktur di jalur-jalur vital, guna mewujudkan Magetan yang nyaman dan berkelanjutan.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru