MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Botok, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, hingga kini masih menjadi teka-teki besar. Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi darurat sampah di Magetan ini belum juga menunjukkan tanda-tanda realisasi fisik di lapangan.
Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun, Pemerintah Kabupaten Magetan kini menggantungkan harapan pada intervensi pemerintah pusat. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro yang biasa dikenal dengan sebutan Kang Suyat mengungkapkan bahwa saat ini bola panas pembangunan TPA Botok berada di tangan pusat.
“Soal TPA Botok sekarang proses perencanaan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Kang Suyat saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan proyek tersebut, Senin (17/3/2026).
Namun, menyadari urgensi penanganan sampah yang kian mendesak, Pemda Magetan tampaknya mulai menyiapkan “Rencana B”. Kang Suyat memberikan sinyal adanya langkah alternatif yang tengah digarap di lokasi lain, yakni di TPA Desa Milangasri.
“Tetapi di TPA, di Milangasri juga Pemda sedang ada upaya yang sudah disiapkan, tapi belum bisa diumumkan sekarang,” tambahnya, menyiratkan bahwa pemerintah daerah tidak ingin sepenuhnya bergantung pada proyek Botok yang terus terhambat.
Mandegnya pembangunan TPA Botok sejatinya bukan tanpa alasan. Data pendukung menunjukkan adanya kendala teknis dan administratif yang cukup pelik.
Upaya pengadaan lahan tambahan seluas 2 hektare oleh Pemkab Magetan untuk melengkapi 5 hektare yang telah selesai diakuisisi terhenti karena lahan tersebut masuk kategori Lahan Baku Sawah (LBS) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Hal ini menyebabkan proses pengadaan tanah macet total karena adanya benturan aturan mengenai perlindungan lahan produktif. Pihak Pemerintah Desa Botok pun secara tegas meminta agar proyek ini tidak dipaksakan jika menabrak regulasi.
“Jangan dipaksakan kalau tidak sesuai aturan,” ungkap Kepala Desa Botok dalam pernyataan sebelumnya, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Hingga saat ini, progres TPA Botok masih terjebak dalam koordinasi lintas kementerian yang memakan waktu lama. Sembari menunggu kejelasan dari pusat, masyarakat kini menanti langkah konkret dari “proyek rahasia” di Milangasri yang sempat disinggung oleh Wakil Bupati. Apakah Milangasri akan menjadi solusi permanen, ataukah TPA Botok tetap dipaksakan berjalan meski dihantui kendala lahan? Publik Magetan masih menunggu jawaban pastinya.(ton/red)

