MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Jeritan para peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan akibat anjloknya harga telur yang dibarengi tingginya harga pakan akhirnya mendapat respons konkret dari pemerintah. Pada Sabtu (9/5/2026), Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten Magetan resmi meluncurkan penyaluran perdana jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pelepasan dua armada truk bermuatan jagung SPHP tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Magetan, Bunda Nanik Sumantri, dari Gudang Bulog Magetan. Langkah ini menjadi angin segar bagi para peternak yang sebelumnya sempat melancarkan aksi protes terkait ketidakseimbangan biaya operasional.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa penyaluran di Magetan ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk membantu peternak layer (petelur) mandiri, mulai dari skala mikro hingga menengah.
“Kami menjual dengan harga terjangkau, yaitu Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog. Sampai di tangan peternak melalui koperasi atau asosiasi, harganya dipatok maksimal Rp5.500 per kilogram. Ini jauh di bawah harga pasar yang saat ini mencapai lebih dari Rp6.000,” ujar Maino.
Dijelaskan Maino, Magetan dipilih sebagai lokasi peluncuran perdana karena statusnya sebagai salah satu sentra telur nasional dengan produksi mencapai 80.000 ton per hari, di mana 70 persen produksinya memasok kebutuhan luar daerah.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Bapanas memberikan kelonggaran durasi penyaluran. Peternak kecil yang terkendala modal tidak perlu khawatir, karena kuota tidak akan hangus dalam 1-2 bulan, melainkan dibuka hingga akhir tahun 2026.
“Seluruh proses penebusan kini menggunakan aplikasi. Ini agar lebih digital, terdata, dan akuntabel sesuai rekomendasi pemeriksa,” tambah Maino. Secara nasional, Bulog ditargetkan mengamankan cadangan jagung pemerintah sebanyak 1 juta ton pada tahun ini.
Ditempat yang sama, Bupati Magetan, Bunda Nanik Sumantri, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bapanas dan Bulog. Menurutnya, intervensi ini adalah bentuk kehadiran negara di saat peternak sedang terjepit.
“Ini langkah nyata menyikapi kondisi harga telur yang turun sementara harga pakan naik. Magetan menjadi daerah pertama yang mendapatkan dukungan langsung ini. Matur suwun,” ucap Bupati.
Senada dengan Bupati, Ketua Pinsar Petelur Nasional Kabupaten Magetan, Surohman, mengakui kondisi di lapangan memang sedang kritis. Ia menyebutkan terjadi penumpukan stok telur di gudang-gudang peternak akibat daya serap pasar yang melambat.
“Kehadiran jagung SPHP ini sangat membantu mengurangi beban biaya pakan yang sedang melambung tinggi. Kami berharap kemitraan ini berlanjut untuk menstabilkan harga pakan dan telur ke depannya,” harap Surohman.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo, Budiwan Susanto, memastikan ketersediaan stok untuk mendukung program ini sangat mencukupi. Saat ini, tersedia 8.200 ton jagung di gudang wilayah kerjanya (Ponorogo, Magetan, Pacitan).
“Khusus Magetan, ada 5 koperasi yang menerima penyaluran dengan total kuota sekitar 7.700 ton. Kami siap melayani pengambilan setiap hari, termasuk hari Sabtu dan Minggu, agar distribusi ke peternak tidak terhambat,” tegas Budiwan.
Dengan adanya penyaluran jagung murah ini, diharapkan harga telur di tingkat peternak kembali stabil ke angka wajar, sehingga ekosistem peternakan di sentra telur Magetan tetap terjaga keberlangsungannya.(ton/red)

