MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Jeritan peternak rakyat mandiri di Kabupaten Magetan pecah di jalanan. Puluhan peternak ayam petelur menggelar aksi bagi-bagi telur gratis kepada pengguna jalan sebagai simbol kekecewaan atas anjloknya harga jual telur yang tak sebanding dengan melambungnya biaya produksi, Rabu (6/5/2026).
Setelah membagikan komoditas hasil ternaknya, massa bergerak menuju Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan untuk menuntut perlindungan nyata dari pemerintah terhadap dominasi korporasi besar.
Teguh Wahyudi, koordinator aksi, mengungkapkan bahwa kondisi peternak rakyat saat ini berada di titik nadir. Menurutnya, biaya pakan yang terus meroket sementara harga telur di tingkat produsen sangat rendah telah memaksa banyak peternak menutup usahanya.
“Hari ini peternak rakyat mandiri gulung tikar massal, hanya tersisa kurang dari 15 persen saja. Kami terjepit di antara pakan mahal dan harga jual yang murah,” ujar Teguh dengan nada kecewa.
Teguh menuding praktik integrasi vertikal oleh perusahaan besar sebagai biang keladi ambruknya ekosistem peternakan rakyat. Ia menilai korporasi telah merambah ke sektor budidaya hingga masuk ke pasar tradisional, yang seharusnya menjadi wilayah dagang peternak kecil sesuai UU Nomor 18 Tahun 2009.
Para peternak mendesak pemerintah untuk membatasi izin budidaya bagi perusahaan besar/korporasi. Melarang korporasi menjual telur langsung ke pasar tradisional atau “pasar becek” dan menjamin stabilisasi harga pakan dan harga jual telur di tingkat peternak.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Disnakan Magetan, drh. Nurhayani, menyatakan pihaknya memahami kegelisahan para peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PPN). Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut telah ditampung dan akan segera ditindaklanjuti.
“Secara kewenangan, regulasi dari hulu hingga hilir memang ada di Pemerintah Pusat. Namun, kami (Pemerintah Daerah) berkomitmen mengawal suara peternak Magetan agar sampai ke kementerian terkait dan Badan Pangan Nasional,” jelas Nurhayani.
Sebagai langkah konkret, Disnakan berjanji akan memfasilitasi perwakilan peternak untuk melakukan audiensi langsung di Jakarta dalam waktu dekat.
Aksi yang berlangsung tertib di bawah pengamanan ketat aparat ini berakhir dengan harapan besar. Peternak rakyat Magetan menuntut kebijakan konkret bukan sekadar janji, agar sektor perunggasan rakyat tidak habis digilas oleh ekspansi industri besar.(ton/red)

