Selasa, Mei 12, 2026

Buy now

spot_img

SPMB 2026 di SMAN 1 Magetan Siapkan 360 Kursi Siswa Baru, Jalur Domisili Jadi Prioritas

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Menjelang tahun ajaran baru, SMAN 1 Magetan resmi mengumumkan kuota dan mekanisme Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Tahun ini, sekolah tersebut menyediakan daya tampung sebanyak 360 siswa yang akan terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel).

Kepala SMAN 1 Magetan, Aris Sudarmono, menjelaskan bahwa penggunaan istilah SPMB merupakan penyegaran dari istilah PPDB yang digunakan sebelumnya. Perubahan ini dilakukan agar istilah seleksi lebih mudah dipahami dan terasa lebih akrab bagi masyarakat luas.

“Istilah murid dirasa lebih memasyarakat dan mudah dicerna. Namun secara esensi, mekanismenya tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” terang Aris saat ditemui di SMAN 1 Magetan, Selasa (12/5/2026).

Meskipun mekanisme inti tidak banyak berubah, terdapat penyesuaian signifikan pada urutan jalur seleksi. Pada tahun ini, jalur domisili ditempatkan sebagai tahap awal pendaftaran. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu untuk memastikan calon murid yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah mendapatkan prioritas utama.

“Kami mendahulukan jalur domisili agar warga di lingkungan sekolah tidak lagi merasa dirugikan atau khawatir kehilangan kesempatan. Dengan begitu, masyarakat sekitar bisa lebih tenang karena kuota mereka dibuka lebih awal,” tambahnya.

Selain domisili, SPMB 2026 juga menyediakan berbagai jalur pendaftaran lainnya. Di antaranya adalah jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu (pemegang KIP/PKH) dan penyandang disabilitas, jalur mutasi tugas orang tua (TNI/Polri/ASN), serta jalur bagi anak guru dan anak buruh.

Pihak sekolah juga memberikan ruang bagi siswa berprestasi melalui jalur prestasi hasil lomba, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni. Syarat utamanya adalah sertifikat prestasi harus bersifat berjenjang dan diakui oleh Dinas Pendidikan.

Tahapan seleksi akan ditutup dengan jalur prestasi nilai akademik yang menggunakan konversi nilai rapor semester 1-5 dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada 24–25 Juni mendatang.

Aris menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran hingga pengumuman dilakukan secara daring (online) untuk menjamin transparansi. Sistem ini memastikan tidak ada manipulasi data atau nilai selama proses seleksi berlangsung.

“Seluruh proses dilakukan by system. Masyarakat tidak perlu khawatir karena nilai tidak dapat diintervensi,” tegasnya.

Saat ini, pihak sekolah asal (SMP/MTs) tengah melakukan input nilai rapor ke sistem. Sementara itu, calon peserta didik dijadwalkan mulai bisa melakukan pengambilan PIN pendaftaran pada 28 Mei 2026. Aris mengimbau para orang tua untuk aktif mempelajari petunjuk teknis (juknis) melalui laman resmi SPMB Jawa Timur agar proses pendaftaran berjalan lancar.(ton/red).

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru