MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Kadikpora) Kabupaten Magetan memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Wisuda Akbar Magetan Menghafal ke-3 yang digelar di GOR KI Mageti. Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Magetan ini sukses mewisuda sebanyak 1.041 siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan.
Kadikpora Magetan menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif ini. Salah satu bentuk dukungan nyata yang diberikan adalah penyediaan fasilitas tempat pelaksanaan di GOR KI Mageti secara gratis.
Menurutnya, di tengah era digital saat ini, anak-anak tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan umum, melainkan juga harus dibentengi dengan ilmu agama yang kuat .
“Kita ingin waktu anak-anak tidak habis hanya dengan sibuk bermain gadget, tetapi diisi dengan membaca dan mengaji. Saya yakin, dengan mengaji, hati dan pikiran anak-anak akan menjadi lebih adem,” ujarnya saat ditemui usai acara.
Lebih lanjut, Kadikpora menjelaskan bahwa peserta wisuda kali ini bersifat merata, mencakup siswa-siswi dari SD Negeri maupun swasta di seluruh wilayah Magetan. Melihat antusiasme yang begitu besar, pihak dinas memasang target tinggi untuk pelaksanaan Magetan Menghafal berikutnya (wisuda ke-4). Targetnya adalah menjaring jumlah santri hingga dua kali lipat dari jumlah saat ini.
Terkait bentuk dukungan ke depan, Dikpora Magetan akan memberikan keleluasaan waktu bagi para guru agama di bawah naungan dinas untuk membimbing para siswa. Selain itu, koordinasi dan pemahaman akan terus ditingkatkan kepada guru-guru lain agar program menghafal ini semakin merata di setiap sekolah.
Pihak dinas juga membuka lebar peluang penggunaan fasilitas umum terbuka lainnya milik pemkab, seperti stadion atau pendopo, jika ke depan KKG PAI membutuhkan ruang yang lebih luas untuk syiar agama ini. Namun, ia mengonfirmasi bahwa dukungan saat ini berfokus pada fasilitas dan kebijakan, mengingat pos anggaran daerah yang sudah dipatok.(ton/red)
Penulis: Anton. Redaktur: Redaksi

