MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menunjukkan aksi nyata dalam merespons jeritan peternak ayam petelur yang terdampak anjloknya harga pasar. Melalui Sekretariat Daerah (Setda), para Aparatur Sipil Negara (ASN) menggelar aksi solidaritas bertajuk “Gerakan Membeli Telur” di halaman parkir kantor Setda Magetan, Selasa (11/05/2026)
Langkah taktis ini diambil sebagai jawaban cepat atas aksi protes para peternak yang sebelumnya sempat membagikan telur secara gratis lantaran harga jual yang merosot tajam di bawah biaya produksi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Magetan. Pemerintah daerah merasa perlu hadir di tengah masa sulit yang dihadapi sektor peternakan lokal.
“Gerakan ini bukan sekadar aktivitas jual-beli, melainkan upaya stabilisasi harga di tingkat peternak. Kita ingin memastikan ekonomi peternak tetap berputar dan mencegah risiko kebangkrutan massal,” ujar Welly dalam sambutannya.
Kondisi sulit yang dialami peternak Magetan dipicu oleh dua faktor utama yakni rendahnya serapan pasar sehingga konsumsi lokal yang belum optimal.
Kemudian, serbuan telur luar daerah dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga memukul daya saing peternak kecil di Magetan.
Selain aspek ekonomi, Pemkab Magetan memandang gerakan ini sebagai wujud empati sekaligus strategi peningkatan gizi bagi para pegawai dan masyarakat sekitar. Dengan membeli langsung dari peternak kecil, rantai distribusi yang panjang dapat dipangkas, sehingga peternak mendapatkan margin harga yang lebih layak.
“Kami ingin memaksimalkan konsumsi telur lokal. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk membantu mengurai benang kusut yang dihadapi peternak kecil kita,” tambah Welly.(ton/red)

