MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) resmi membentuk Induk Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA). Kegiatan tersebut dipusatkan di Joglo Embung Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Ngariboyo, pada Rabu (20/5/2026).
Induk Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) itu terdiri dari himpunan petani pemakai air di 8 desa, yakni Desa Plangkrongan, Desa Randugede, Desa Selotinatah, Desa Ngariboyo, Desa Baleasri, Desa Banyudono, Desa Banjarpanjang, dan Desa Pendem.
Kepala DPUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, S.ST., M.T., menyatakan bahwa pembentukan GHIPPA ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara pihak petani dan pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan air baku untuk pertanian.
Menurut Muhtar, keberadaan GHIPPA memberikan wadah resmi bagi para petani untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari masalah pembagian air hingga penentuan pola tanam.
Selain itu, GHIPPA juga berfungsi sebagai jalur sosialisasi program pemerintah, salah satunya terkait Rencana Tata Tanam Global (RTTG). Melalui program ini, petani diharapkan dapat menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi musim demi mencegah gagal panen akibat kekurangan air.
“Melalui GHIPPA ini, rencana pola tanam bisa disosialisasikan agar menyesuaikan dengan kondisi. Jangan sampai musim kering tetapi semua menanam padi sehingga kekurangan air. Di sinilah pentingnya GHIPPA dibentuk,” ujar Muhtar.
Lebih lanjut, Muhtar menjelaskan bahwa Induk GHIPPA yang baru dibentuk ini menggabungkan 8 Daerah Irigasi (DI) yang berada dalam satu jalur aliran. Total luas lahan persawahan yang masuk dalam cakupan pengairan organisasi ini mencapai 466 hektar.
Pembentukan ini sekaligus menjadi solusi bagi wilayah yang selama ini minim penanganan irigasi, seperti Desa Pendem dan Desa Plangkrongan. Dengan adanya wadah formal ini, koordinasi dan penanganan masalah pengairan di kawasan tersebut diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kerja sama yang solid antara petani dan Pemerintah Kabupaten Magetan ini pun telah membuahkan prestasi di tingkat provinsi. Berdasarkan penilaian terbaru dari Komisi Irigasi, Magetan berhasil meraih nilai 99 dari skala 100. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi di antara sembilan kabupaten lain di Jawa Timur dalam hal sinergisitas pengelolaan irigasi.(ton/red)

