MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Matahari baru saja meninggi di jalur strategis Magetan-Sarangan, namun keriuhan sudah terasa di Lapangan Desa Candirejo, Kecamatan Magetan. Aroma harum bumbu kacang beradu dengan wangi kopi tubruk yang menyengat hidung.
Di sinilah Sar Londo, sebuah pasar tradisional legendaris, kembali membuktikan taringnya sebagai destinasi kuliner akhir pekan yang tak lekang oleh zaman.
Meski hanya menggelar lapak pada hari Sabtu dan Minggu pagi, pasar ini tidak pernah sepi peminat. Mulai dari generasi tua yang ingin bernostalgia, hingga anak-anak muda yang mencari tempat sarapan estetik, semuanya tumpah ruah di sini.
Nama “Sar Londo” bukan sekadar label pemanis agar terdengar unik. Istilah ini membawa rekam jejak sejarah yang panjang. Pasar ini rupanya sudah eksis sejak zaman kolonial Belanda.
Konon, dahulu pasar ini hanya buka setiap hari Jumat Pon. Tempat ini menjadi titik kumpul warga Belanda yang tinggal di sekitar Magetan untuk berburu kudapan lokal yang lezat. Karena mayoritas pengunjungnya adalah warga asing berwajah bule kala itu, masyarakat setempat kemudian menjulukinya “Pasar Londo” yang lambat laun disingkat menjadi “Sar Londo”.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, atmosfer kehangatan itu tetap terjaga, meski pengunjungnya sudah berganti menjadi masyarakat lokal dan wisatawan.
Salah satu daya tarik utama Sar Londo yang membuatnya tetap digandrungi adalah ragam menunya yang komplet dan harganya yang sangat bersahabat dengan kantong. Cukup merogoh kocek Rp 5.000, pengunjung sudah bisa menikmati seporsi makanan mengenyangkan.
Beberapa menu ramah kantong yang menjadi buruan utama di Sar Londo, antara lain Nasi Pecel khas Magetan, Soto, Sup, jenang dan lainya. Selian itu, ada juga beraneka ragam jajanan tradisional, seperti Tiwul, Cenil, rangin dan masih banyak lagi lainya.
Selain faktor rasa dan harga, daya tarik utama Sar Londo terletak pada lanskap alamnya. Berada tepat di tepi lapangan desa dan dikelilingi oleh hamparan persawahan hijau, membuat hawa pagi di pasar ini terasa sangat sejuk dan asri.
Kombinasi inilah yang sukses membuat para pengunjung betah berlama-lama, salah satunya Jesika (24), seorang pengunjung yang sengaja datang sejak pagi buta.
“Yang bikin kangen dan pengen cepat-cepat ke sini itu karena menunya banyak sekali. Ada nasi pecel, jenang, tiwul, cenil, soto, pokonya banyak,” ujar Jesika saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/5/2026).
Jesika menambahkan, menikmati sarapan di Sar Londo memberikan sensasi ketenangan tersendiri yang sulit didapatkan di warung makan perkotaan.
“Bayangkan, suasana masih pagi sejuk kayak gini, makan nasi pecel dan kopi cangkir sambil melihat pemandangan sawah. Wah, nikmat mana lagi yang kau dustakan,” kelakarnya sembari tersenyum.
Bagi Anda yang sedang melintasi jalur Magetan-Sarangan di akhir pekan, Sar Londo adalah perhentian sempurna untuk mengisi energi sekaligus memanjakan lidah tanpa perlu khawatir dompet menipis. Pastikan datang lebih pagi agar tidak kehabisan menu-menu legendarisnya!.(ton/*)

