MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Warga di kawasan Jalan Bangka, Kabupaten Magetan, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang pria di dalam kamar kos pada Sabtu pagi (16/5/2026). Korban yang diketahui bernama Rendy Junfian Politon ini berprofesi sebagai pengamen jalanan dan mengembuskan napas terakhirnya diduga akibat penyakit lambung yang dideritanya.
Berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP), pria malang ini merupakan perantau asal Kabupaten Ponorogo. Selama mengadu nasib di Magetan, ia tinggal di rumah kos tersebut bersama beberapa rekan seprofesinya.
Peristiwa memilukan ini pertama kali terendus oleh pemilik rumah kos. Ia merasa curiga lantaran korban sama sekali tidak terlihat keluar kamar sejak pagi hari, tidak seperti rutinitas biasanya. Setelah diperiksa bersama penghuni kos lainnya, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Rekan sekamar korban, Bejo, membenarkan bahwa sahabatnya itu memang sedang dalam kondisi kurang sehat sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Sehari sebelum tiada, dia sempat mengeluh sakit lambung yang hebat. Kami bahkan sempat membelikan obat asam lambung untuknya. Namun, pas pagi hari tadi, dia sudah tidak bergerak,” ungkap Bejo dengan nada sedih.
Mendapat laporan dari masyarakat terkait insiden tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Magetan, AKP Ika Wardani, mengatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan darurat dari warga sekitar pukul 08.00 WIB.
“Setelah menerima informasi, personel Polsek Magetan bersama Unit Inafis dan tim medis langsung meluncur ke kos di Jalan Bangka untuk melakukan evakuasi serta pemeriksaan awal,” ujar AKP Ika Wardani.
Dari hasil visum luar yang dilakukan oleh tim medis dan Unit Inafis Polres Magetan, petugas memastikan bahwa tidak ada indikasi tindak kriminal pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan resmi dokter menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Ini sinkron dengan kesaksian rekan korban mengenai riwayat penyakit asam lambung kronis yang dideritanya,” tambah Kapolsek.
Aparat penegak hukum memperkirakan korban telah meninggal dunia sejak malam hari sebelum akhirnya dievakuasi pada pagi harinya. Saat ini, jenazah telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sembari menunggu proses koordinasi dengan pihak keluarga korban yang berada di Madiun.
Meski kedatangan mobil ambulans dan korps berseragam sempat memicu kerumunan warga yang penasaran, situasi di sekitar Jalan Bangka dilaporkan telah kembali kondusif.
AKP Ika Wardani mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja informal dan perantau, untuk tidak meremehkan gangguan kesehatan. Ia juga meminta pemilik kos maupun tetangga sekitar untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya guna mengantisipasi keterlambatan penanganan medis di masa mendatang.(ton/red)

