Kamis, Juli 16, 2026

spot_img

Dikpora Magetan Tegaskan Pelaksanaan MPLS 2026 Harus Nyaman, Aman, dan Bebas Kekerasan

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 harus berlangsung ramah, aman, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun kekerasan. Pesan tersebut disampaikan Kepala Dikpora Magetan, Suhardi, menjelang dimulainya MPLS pada Senin (13/7/2026).

Menurutnya, seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP telah diminta memastikan kesiapan menyambut peserta didik baru dengan mengedepankan kenyamanan dan pendidikan karakter.

Suhardi menjelaskan, pihaknya ingin memastikan kesiapan dari seluruh elemen pendidikan di Magetan. Sebagai bentuk keseriusan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Magetan telah menggelar apel akbar yang diikuti sekitar 1.000 kepala sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Magetan. Kegiatan itu menjadi momentum menyatukan komitmen seluruh pemimpin sekolah dalam menyongsong tahun ajaran baru.

Dalam apel tersebut, para kepala sekolah juga membacakan ikrar di hadapan Bupati Magetan sebagai bentuk komitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan ramah anak. Kepala-kepala sekolah berikrar bahwasanya seluruh satuan pendidikan siap untuk melaksanakan pembelajaran yang ramah, nyaman, dan berkualitas untuk anak-anak, termasuk mendukung program-program dari pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.

Bupati Magetan Bunda Nanik didampingi Kepala Dikpora Magetan Suhardi saat meninjau kegiatan MPLS di beberapa SMP dan SD di Magetan.(Anton/Blokjatim.com)

Suhardi menegaskan, apel akbar sekaligus menjadi sarana mengecek kesiapan seluruh sekolah menjelang pelaksanaan MPLS yang menjadi gerbang awal peserta didik memasuki lingkungan pendidikan. Pihaknya ingin memastikan seluruh sekolah sudah benar-benar siap sebelum kegiatan dimulai.

Ia mengingatkan seluruh sekolah agar menjadikan MPLS sebagai wahana membangun karakter peserta didik, bukan ajang perpeloncoan. Sekolah diminta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menghormati hak-hak anak. Pihak Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga meminta suasana dibuat senyaman mungkin agar anak-anak merasa aman, sehingga tidak boleh ada kekerasan maupun perpeloncoan.

Menurut Suhardi, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah harus diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kesopanan, keramahan, disiplin, serta saling menghormati antar sesama. MPLS harus meningkatkan karakter anak, di mana sopan santun dan keramah-tamahannya lebih diutamakan, serta tidak boleh ada kata-kata kekerasan maupun tindakan fisik.

Melalui komitmen tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Magetan berharap seluruh sekolah mampu menghadirkan pelaksanaan MPLS yang benar-benar menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru