MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – SMK PGRI 1 Magetan sukses merampungkan rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Berjalan lancar sejak Senin lalu, kegiatan pengenalan sekolah ini langsung disambung dengan agenda Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Pramuka yang dimulai pada Jumat (17/7/2026).
Kepala SMK PGRI 1 Magetan, S. Agus Triyono, S.Pd., M.Si., M.H., mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia juga menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap sekolah tetap terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah, kegiatan MPLS dari hari Senin sampai hari ini berjalan lancar. Jumlah peserta atau siswa baru kami tahun ini stabil seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 145 siswa,” ujar Agus Triyono saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (17/7/2026).
Setelah MPLS resmi berakhir, pihak sekolah langsung mengalihkan fokus pada kegiatan PTA. Agenda kepramukaan wajib ini digelar secara semi-maraton termasuk kegiatan api unggun dan renungan pada malam hari, sebelum akhirnya resmi ditutup pada Sabtu pagi.

“Untuk PTA ini nanti malam kami mengundang teman-teman senior, terutama dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Magetan untuk mengisi materi kepramukaan. Selain itu, materi juga akan diberikan oleh bapak dan ibu guru,” jelasnya.
Agus menambahkan, kegiatan PTA ini wajib diikuti oleh seluruh 145 siswa baru, dengan dibantu oleh pengurus OSIS kelas XI dan XII sebagai panitia pendamping. Rangkaian acara PTA dijadwalkan akan ditutup secara resmi pada Sabtu (18/7/2026) esok hari pukul 08.00 WIB.
Selama pelaksanaan MPLS, SMK PGRI 1 Magetan juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembekalan yang komprehensif dengan menggandeng berbagai instansi luar. Pihak sekolah melibatkan Koramil Magetan, Polsek Kota Magetan, hingga Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan materi wawasan kebangsaan, kamtibmas, dan kesehatan remaja.
Meski demikian, Agus Triyono memberikan catatan evaluasi terkait salah satu instansi yang semula direncanakan hadir, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Sebenarnya saya meminta agar KPU juga diundang untuk mengisi materi bagi anak-anak. Namun kemarin belum bisa hadir. Setelah kami evaluasi, tampaknya ada miskomunikasi atau kelupaan dari tim kesiswaan kami yang belum mengirimkan undangan. Jadi ini murni kesalahan internal kami, bukan dari pihak KPU-nya,” bener Agus secara ksatria.
Secara keseluruhan, sinergi antara MPLS dan PTA di SMK PGRI 1 Magetan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa baru yang tidak hanya siap secara akademik dan disiplin, namun juga aktif dalam kegiatan kepanduan yang membentuk mental kepemimpinan. (ton/red)

