NGAWI (BLOKJATIM.COM) – Aksi mencekam yang dilakukan seorang pria berinisial JP (35) di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, akhirnya berakhir setelah aparat Polres Ngawi mengambil tindakan tegas dengan menembakkan pistol kejut pada Senin (23/2/2026).
Teror pria bersenjata tajam di Ngawi ini telah memicu ketakutan luar biasa di tengah masyarakat karena pelaku kerap berkeliling kampung membawa golok dan merusak atap rumah warga dengan lemparan batu.
Ketegangan berlangsung selama kurang lebih lima jam. Sejak pagi hari, JP mengurung diri dan menolak menyerahkan diri meski rumahnya telah dikepung oleh puluhan personel gabungan dari Polsek Geneng dan Satuan Sabhara Polres Ngawi. Upaya persuasif yang dilakukan petugas menemui jalan buntu karena pelaku justru menunjukkan sikap agresif yang membahayakan nyawa petugas maupun warga sekitar.
Kejadian ini bukan sekadar insiden kriminal biasa, melainkan puncak dari keresahan yang telah dipendam warga selama bertahun-tahun. Berdasarkan keterangan penduduk setempat, JP diketahui sering mengamuk tanpa alasan yang jelas dalam empat tahun terakhir. Dampak material yang paling nyata adalah kerusakan fisik pada hunian warga akibat lemparan batu.
“Tentu ini membuat kami resah. Takut kalau tiba-tiba dia datang sambil bawa golok,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menambahkan bahwa sedikitnya ada empat rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian genteng akibat ulah pelaku.
Kondisi psikologis warga yang terus tertekan membuat mereka akhirnya memberanikan diri melapor ke pihak kepolisian. Ketakutan akan adanya korban jiwa menjadi alasan utama warga mendesak agar JP segera diamankan dari lingkungannya.
Kapolsek Geneng, AKP Haris Sunarto, menjelaskan bahwa tindakan penggunaan pistol kejut (taser) diambil sebagai langkah terakhir guna meminimalisir risiko jatuhnya korban. Sekitar pukul 14.15 WIB, situasi semakin memanas saat pelaku justru menantang petugas yang mengepungnya.
“Petugas sebenarnya sudah berupaya melakukan negosiasi agar pelaku menyerahkan diri namun tidak berhasil. Pelaku malah semakin agresif dan sulit dikendalikan,” kata Haris.
Lantaran keselamatan publik terancam, polisi melepaskan tembakan pistol kejut beberapa kali hingga pelaku lemas. Setelah berhasil dilumpuhkan, JP segera diborgol dan dibawa keluar dari kediamannya bersama adiknya, LK (29).
Dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa dua bilah senjata tajam jenis golok dan pisau. Saat ini, JP telah dilarikan ke RSUD Dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui motif maupun kondisi kejiwaannya.(*)

