MATARAM (BLOKJATIM.COM) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan kesiapan menjelang gelaran akbar Sensus Ekonomi 2026. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digenjot adalah perekrutan tenaga lapangan yang akan menjadi ujung tombak validitas data.
Untuk mengawal agenda nasional ini, BPS NTB membuka lowongan bagi 5.210 mitra pendataan. Ribuan petugas tersebut nantinya akan disebar di seluruh kabupaten dan kota se-NTB dengan masa kontrak kerja sekitar dua setengah bulan.
Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menegaskan bahwa proses seleksi kali ini dirancang secara transparan, akuntabel, dan sepenuhnya berbasis sistem digital. Namun, ia menggarisbawahi bahwa kelulusan tidak melulu ditentukan oleh perolehan nilai tes tertinggi.
“Kami tidak sedang mencari peserta dengan nilai tertinggi semata. Kami mencari orang yang tepat untuk wilayah yang tepat,” ujar Wahyudin saat memberikan keterangan pada Minggu (31/5/2026).
Menurut Wahyudin, rekrutmen mitra statistik memiliki karakteristik yang berbeda dengan tes konvensional. Faktor kedekatan domisili peserta dengan lokasi tugas menjadi salah satu variabel penentu yang sangat penting.
Petugas yang menetap dan memahami karakteristik lingkungan lokal dinilai jauh lebih efektif dalam melakukan pendekatan kepada responden, baik sektor rumah tangga maupun pelaku usaha.
Selain itu, pertimbangan geografis ini diambil untuk mencegah terjadinya penumpukan kuota petugas di satu wilayah tertentu, sementara wilayah lain justru mengalami kekosongan.
“Kami harus melihat kebutuhan secara menyeluruh. Tidak ideal apabila petugas menumpuk di satu wilayah sementara wilayah lain kekurangan. Komposisi dan sebaran petugas menjadi bagian krusial dalam penetapan mitra,” imbuhnya. Kendati demikian, kesiapan peserta untuk ditugaskan lintas wilayah jika dibutuhkan juga tetap menjadi nilai tambah.
Guna menutup celah adanya “jalur khusus” atau praktik nepotisme, BPS NTB memastikan seluruh tahapan rekrutmen berjalan terpusat melalui sistem daring. Masyarakat yang berminat bisa mendaftar melalui Aplikasi Sobat BPS (berbasis mobile) dan Situs resmi mitra.bps.go.id
Pada fase awal, calon pelamar diwajibkan melakukan registrasi mandiri, mengisi profil lengkap, mengunggah berkas identitas, mencantumkan riwayat pendidikan, hingga pengalaman di bidang survei statistik jika ada.
Setelah lolos verifikasi administrasi, peserta harus mengikuti ujian kompetensi secara online.
“Semua peserta masuk melalui pintu yang sama dan diseleksi dengan cara yang sama. Tidak ada jalur khusus dalam rekrutmen ini,” kata Wahyudin dengan tegas.
Bukan hanya untuk Sensus Ekonomi 2026, BPS NTB saat ini juga tengah menjaring mitra tambahan dengan skema seleksi serupa. Wahyudin meluruskan bahwa peserta yang lolos pada rekrutmen tambahan tidak otomatis langsung diterjunkan pada Sensus Ekonomi 2026, mengingat kuota utama sudah dipatok di angka 5.210 orang.
Langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi sekaligus menyediakan database calon mitra siap pakai (pool of talent) yang sewaktu-waktu bisa didelegasikan untuk berbagai agenda survei rutin BPS lainnya.
Sebagai komitmen menjaga integritas, seluruh kandidat yang dinyatakan lolos seleksi akhir wajib menandatangani pakta integritas secara digital di aplikasi Sobat BPS sebelum resmi turun ke lapangan.
“Tujuan kami sederhana. Menghadirkan petugas terbaik di setiap wilayah agar data yang dihasilkan lengkap, akurat, dan dapat dipercaya,” pungkasnya.(ton/red)

