MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Deru mesin mobil yang meraung tinggi dan aroma ban yang terbakar di atas aspal selalu berhasil membuat adrenalin Rolin Noris (33) berdesir. Bagi pemuda asal Sarangan, Magetan ini, kecepatan bukan sekadar hobi, melainkan sebuah panggilan jiwa. Namun, di saat banyak anak muda terjebak dalam bahaya balap liar di jalanan umum, Rolin memilih jalan yang berbeda.
Ia mendirikan Tim Refinity, sebuah wadah profesional yang menyulap hobi ekstrem menjadi prestasi yang diakui.
Bergerak dari keresahan yang sama terhadap aksi balap ilegal, Rolin dan kawan-kawannya sepakat untuk memindahkan “medan perang” mereka ke lintasan resmi yang legal dan aman.
Kisah Refinity dimulai dari kesamaan minat. Sebelum tim ini resmi mengaspal pada pertengahan tahun 2025 (sekitar bulan Juni-Juli), para anggotanya sudah saling menguji kecocokan sejak tahun 2024.
“Awalnya karena kami punya kesukaan yang sama. Tapi kami tidak ingin balapan di jalan raya, kami ingin di wadah resmi yang legal,” ujar Rolin saat berbincang hangat mengenai awal mula terbentuknya tim.
Bagi Rolin, menikmati kecepatan di dalam kabin mobil memang memberikan kepuasan tersendiri yang sulit digantikan. Namun, ia sadar ego di jalan raya hanya akan berujung pada petaka, bukan piala. Dari sanalah komitmen untuk membangun tim balap drag yang serius mulai ditancapkan.
Sebagai tim baru, Refinity tidak ingin gegabah dengan mengikuti semua kompetisi yang ada. Mereka memilih strategi yang matang: fokus pada satu target untuk membangun soliditas tim.
Ajang Java Drag Record yang digelar di Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta, dipilih sebagai panggung pembuktian perdana mereka.
“Kami sengaja fokus di satu event dulu untuk menguji konsistensi tim. Kalau sudah solid, baru kami ikut event lain,” jelas Rolin mengenai dapur strategi timnya.
Strategi fokus tersebut berbuah manis. Meski berstatus tim anyar, Refinity langsung unjuk gigi di Yogyakarta dan membawa pulang trofi yang membanggakan masyarakat Magetan.
Dua mobil andalan mereka sukses menembus jajaran juara.Honda Civic Genio: Sukses mengamankan podium juara 3 dan 4 di kelas Modified Stock 1.800 cc. Suzuki Karimun: Berhasil menduduki posisi ke-5 di kelas bracket 12.
Bagi Rolin, piala-piala tersebut adalah bukti bahwa hobi yang ditekuni secara positif akan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Ia menegaskan bahwa era balap liar yang mengganggu ketertiban umum sudah sepatutnya ditinggalkan oleh generasi muda.
“Saya memang suka kecepatan. Naik mobil kencang itu menyenangkan. Tapi tidak cukup hanya hobi, harus ada prestasi yang diraih,” tambahnya dengan nada optimistis.
Melalui bendera Refinity, Rolin kini membawa misi sosial yang lebih besar. Ia ingin merangkul para pencinta otomotif di Magetan dan sekitarnya agar tidak salah arah dalam menyalurkan bakat mereka. Tim Refinity membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin belajar dan berkembang bersama di jalur yang benar.
“Berprestasilah di lintasan, tapi tetap sopan di jalan,” pungkas Rolin menutup perbincangan. sebuah pesan sederhana, namun mendalam dari seorang pembalap yang berhasil menjinakkan kecepatan menjadi prestasi.(ton/red)

