Selasa, Juli 21, 2026

spot_img

Sempat Dikecam PWI karena Dinilai Merendahkan Jurnalis, Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf

JAKARTA (BLOKJATIM.COM) – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah sempat memicu polemik dan gelombang kecaman keras dari kalangan pers, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hotman mengakui bahwa pernyataan kontroversialnya beberapa waktu lalu merupakan bentuk kekhilafan yang dipicu oleh luapan emosi sesaat.

Sebelumnya, PWI mengecam keras ucapan Hotman yang dinilai telah merendahkan dan melecehkan martabat profesi jurnalis. Organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia tersebut bahkan sempat mendesak Hotman untuk segera meminta maaf secara terbuka, serta memberikan sinyal akan mengambil langkah hukum jika tidak ada itikad baik dari sang pengacara.

Kasus ini bermula dari pernyataan Hotman Paris dalam sebuah unggahan video yang dinilai menyepelekan integritas serta kinerja jurnalis. Narasi tersebut langsung memicu gelombang protes dari pengurus pusat hingga berbagai pengurus daerah PWI di seluruh Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, namun tidak boleh digunakan untuk menjatuhkan kehormatan profesi lain.

“Profesi wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tugas jurnalis adalah mencari dan menyebarkan informasi demi kepentingan publik, bukan untuk dijadikan objek pelecehan atau direndahkan,” ujarnya.

PWI menilai tindakan Hotman tidak hanya mencederai perasaan para pencari berita, tetapi juga mengaburkan fungsi penting pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Sementara itu, menanggapi desakan dan kritik tajam yang dialamatkan kepadanya, Hotman Paris segera mengambil langkah klarifikasi untuk meredam kegaduhan. Ia mengungkapkan penyesalan terdalam dan menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menyudutkan profesi jurnalis, yang selama ini menjadi mitra kerja setianya.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan tersebut. Saat itu saya sedang emosi, sehingga mengeluarkan pernyataan yang kurang bijak,” ujar Hotman saat memberikan keterangan kepada media.

Ia menambahkan bahwa tekanan situasi yang dihadapinya kala itu membuat dirinya kehilangan kontrol emosi, sehingga memicu kesalahpahaman di ruang publik.

Pasca-perselisihan yang sempat memanas, Hotman menyatakan komitmennya untuk tetap menghormati kerja-kerja jurnalistik. Ia menyadari pers memiliki peran krusial sebagai pilar demokrasi sekaligus kontrol sosial masyarakat.

Di sisi lain, pihak organisasi pers mengapresiasi sikap ksatria Hotman Paris yang bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka. Kendati demikian, komunitas pers mengingatkan kepada semua pihak termasuk figur publik agar lebih berhati-hati dan menjaga etika komunikasi saat berhadapan dengan awak media.

Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga agar insiden serupa yang mencederai marwah institusi jurnalistik tidak kembali terulang di masa depan.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru