PONOROGO (BLOKJATIM.COM) – Ribuan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Ponorogo memadati Lapangan Jepun, Desa Balong, Kecamatan Balong pada Minggu (19/7/2026). Kehadiran mereka dalam rangka menghadiri Pengajian Akbar guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Ponorogo.
Selain sebagai wadah silaturahmi, momentum ini menjadi panggung penegasan komitmen BPD dalam mengawal pembangunan desa sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggotanya.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua DPD ABPEDNAS Jawa Timur, Badrul Amali. Ia menilai suksesnya acara di Ponorogo ini patut menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, Badrul juga membeberkan langkah strategis organisasi yang tengah memperjuangkan hak-hak finansial para anggota BPD.
“Kami di tingkat provinsi terus konsisten memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota BPD. Salah satu yang sedang diusulkan adalah tunjangan kedudukan minimal sebesar 50 persen dari Penghasilan Tetap (Siltap), atau berkisar di angka Rp1,3 juta,” ungkap Badrul Amali.
Peringatan hari jadi tahun ini sengaja dikemas berbeda. Ketua Panitia Pelaksana, Saech Widodo, menyebutkan bahwa agenda Pengajian Akbar ini berhasil mengonsolidasikan lebih dari 1.900 anggota BPD se-Ponorogo.
“Harapan kami besar, melalui momentum ini BPD dapat semakin optimal dalam mengartikulasikan aspirasi masyarakat serta mempererat kemitraan dengan pemerintah desa demi kemakmuran warga,” tutur Saech.
Senada dengan hal itu, Ketua DPC ABPEDNAS Ponorogo, Joko Santoso, menekankan posisi krusial BPD sebagai mitra strategis pemdes. Dengan mengusung semboyan “Siap Menampung Aspirasi Warga dan BPD Siap Bersatu Jaga Desa”, Joko menegaskan komitmennya untuk mendongkrak performa kerja anggota di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, bersama jajaran Forkopimda, perwakilan DPP ABPEDNAS, anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jatim, DPRD Ponorogo, hingga para camat.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Lisdyarita menyatakan dukungannya terhadap visi dan program kerja ABPEDNAS yang dinilai sejalan dengan target pembangunan daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan rekan-rekan ABPEDNAS selama ini sudah berjalan sangat harmonis. Kami ingin kemitraan ini terus diperkuat agar akselerasi kemajuan di desa-desa seluruh Ponorogo bisa cepat terwujud,” kata Lisdyarita.
Selain diisi ceramah agama yang menyejukkan dari KH Imam Mubasyir asal Jetis, peringatan HUT ke-4 ini juga disemarakkan oleh serangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan anggota, di antaranya dengan adanya bazar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi warga sekitar.
Lalu ada juga aksi sosial yakni penyerahan santunan jaminan kematian kepada ahli waris anggota BPD yang telah berpulang.
Secara keseluruhan, perayaan ini berhasil menjadi momentum penting dalam memperkokoh soliditas internal ABPEDNAS guna mendorong lahirnya desa-desa yang maju, mandiri, dan sejahtera di bumi Ponorogo.(ton/red).

