Sabtu, Juli 25, 2026

spot_img

Skor UKK Tak Diumumkan, Sistem Gugur Seleksi Dewas Perumdam Lawu Tirta Magetan Dipertanyakan

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Panggung seleksi calon Dewan Pengawas (Dewas) Perumdam Lawu Tirta Magetan menyisakan teka-teki menggelitik. Di balik megahnya istilah “Uji Kelayakan dan Kepatutan” (UKK), publik dan peserta seleksi justru disuguhi pertunjukan bak sulap: prosesnya tertutup, nilainya dirahasiakan, namun tiba-tiba nama-nama pemenang langsung diumumkan.

Label transparan yang digaungkan panitia seleksi kini berbalik menjadi pertanyaan besar. Musababnya, skor atau nilai hasil ujian para kandidat tak pernah dibuka ke publik, bahkan tidak diketahui oleh peserta yang bersangkutan.

Rendro Sunarjono, salah satu kontestan yang gugur dalam ajang tersebut, buka suara mengenai kejanggalan ini. Secara teknis, ia mengapresiasi keterlibatan pihak ketiga sebagai tim penguji. Namun, penerapan sistem gugur tanpa keterbukaan angka dinilainya sebagai bentuk “transparansi setengah hati”.

“Sistem gugurnya sangat membingungkan. Seluruh peserta sama sekali tidak tahu berapa nilai UKK yang mereka dapatkan,” ujar Rendro, Minggu (25/7/2026).

Rendro lantas membandingkan proses ini dengan ajang seleksi CPNS yang jauh lebih adaptif dan akuntabel. Dalam ujian CPNS, peserta bisa langsung melihat skor real-time begitu layar komputer dimatikan.

“Jika benar-benar ingin mengusung semangat transparansi, tunjukkan nilainya secara terbuka seperti CPNS. Begitu selesai tes, papan nilai langsung terpampang,” selorohnya menyindir.

Pembekalan Digital, Hasil bak ‘Kotak Hitam’

Keanehan kian terasa ketika mengingat masa pembekalan sebelum tes dimulai. Pihak ketiga, ALSTAR, sebelumnya telah mengumbar janji bahwa penguji akan langsung menginput jawaban peserta ke dalam sistem komputer secara digital.

Namun, harapan akan modernisasi seleksi itu pupus seusai ujian. Sebanyak lima soal materi ditambah babak presentasi berlalu begitu saja tanpa jejak skor.

“Peserta tidak tahu nilainya sama sekali. Yang memegang rahasia angka itu cuma penguji. Kalau nilainya hanya ‘Tuhan dan penguji’ yang tahu, lantas di mana letak transparansinya?” cetus Rendro balik bertanya.

Sistem seleksi yang tertutup ini menyulitkan peserta untuk mengukur objektivitas panitia. Tanpa rincian nilai, peserta yang terdepak tidak pernah tahu apa kekurangan mereka, sementara peserta yang lolos melenggang tanpa pembuktian keunggulan nilai di mata publik.

Di tengah tebalnya kabut rahasia angka tersebut, panitia menyaring 22 peserta menjadi tiga kandidat tersisa yang dinyatakan lolos ke fase pamungkas. Ketiga nama yang beruntung tersebut adalah: Bahtiar Nurul Hudha, Nursya’bani Purnama dan Bambang Ramadhiarto Dakung.

Sesuai agenda, ketiganya bakal melakoni tahapan wawancara akhir secara tertutup bersama Bupati Magetan pada Selasa (28/7/2026) di Ruang Rapat Pendapa Surya Graha.

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Magetan. Di tengah krisis keterbukaan informasi pada tahap UKK, publik berharap penetapan figur pengawas BUMD air minum tersebut tidak sekadar menjadi ajang formalitas atau bagi-bagi kursi, melainkan benar-benar berlandaskan asas akuntabilitas yang nyata, bukan sekadar klaim di atas kertas.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru