PONOROGO (BLOKJATIM.COM) – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Berkah Sejahtera Desa Galak, Kecamatan Slahung, Ponorogo, mulai merealisasikan program ketahanan pangan melalui sektor peternakan. Meski sempat mengalami penyesuaian anggaran, pihak pengelola optimistis usaha penggemukan kambing dengan sistem kemitraan ini mampu mendongkrak ekonomi desa.
Direktur Bumdes Berkah Sejahtera, Riyan Priha Handoko, menjelaskan bahwa awalnya unit usaha yang direncanakan adalah budidaya ayam petelur. Namun, karena adanya pemangkasan anggaran dari rencana awal Rp160 juta menjadi Rp80 juta untuk dialokasikan ke koperasi desa, pengelola harus memutar otak.
“Awalnya proposal kami memang ayam petelur. Namun dengan anggaran Rp80 juta, skala ekonominya tidak masuk. Akhirnya, setelah musyawarah dengan perangkat desa dan anggota Bumdes, kami putuskan beralih ke kemitraan penggemukan kambing,” ujar Riyan saat ditemui di Desa Galak, Kamis (16/4/2026).
Dari total anggaran Dana Desa (DD) tersebut, Bumdes mengalokasikan untuk pengadaan 40 ekor kambing, pembangunan kandang, serta penyediaan pakan berkualitas. Riyan menekankan bahwa sistem yang diambil adalah kemitraan guna menjamin pasar dan meminimalkan risiko kerugian.
Dalam skema ini, pihak mitra menyediakan bibit dan pakan, sementara Bumdes bertanggung jawab dalam perawatan harian. Keuntungan nantinya diambil dari selisih penambahan berat badan ternak dalam periode tertentu.
“Target kami per tiga bulan panen. Jadi setelah tiga bulan diambil oleh mitra, lalu diganti bibit baru lagi. Dengan begitu, sirkulasi keuangan tetap terjaga dan risiko pemasaran bisa ditekan karena sudah ada penampungnya,” jelas Riyan.
Menanggapi dinamika waktu pelaksanaan yang dinilai lambat oleh sebagian pihak, Riyan mengklarifikasi bahwa hal tersebut murni kendala teknis dan administratif. Anggaran baru cair di penghujung tahun 2025, ditambah adanya pengunduran diri bendahara yang mengharuskan pembentukan struktur baru.
“Proses pembuatan kandang memakan waktu tiga minggu. Karena berdekatan dengan momen lebaran, kami putuskan pengisian ternak dilakukan setelah hari raya agar perawatan lebih maksimal,” tambahnya.
Saat ini, pengisian kambing dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan tenaga perawat di lapangan. Dari total kuota 40 ekor, tahap awal dimasukkan 15 hingga 20 ekor terlebih dahulu.
“Kami ingin memastikan semuanya real dan transparan. Semua ada notanya, kambingnya ada, dan lokasinya bisa dicek. Kami bekerja sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya) untuk memastikan program ini berjalan sesuai aturan,” tegas Riyan.
Melalui unit usaha ini, Bumdes Berkah Sejahtera berharap Desa Galak dapat menjadi percontohan bagi desa lain di Kecamatan Slahung dalam mengelola Dana Desa secara produktif dan akuntabel di sektor peternakan.(ton/red)

