MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – SMPN 1 Ngariboyo menorehkan catatan penting dalam dunia pendidikan di Kabupaten Magetan. Sekolah ini resmi menjadi jenjang SMP pertama di bumi Mageti yang menyelenggarakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para siswanya.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat literasi nasional dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa Indonesia.
Kepala SMPN 1 Ngariboyo, Surono, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki urgensi setara dengan tes Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dalam bahasa Inggris.
“Kami ingin membekali siswa dengan kemahiran berbahasa Indonesia yang terukur. Ini bukan sekadar ujian, melainkan upaya mendukung literasi nasional agar siswa kami tumbuh menjadi generasi yang bangga dan mencintai bahasa Indonesia,” ujar Surono.
Pada tahap awal ini, UKBI diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 yang berjumlah sekitar 200 orang. Sekolah menargetkan program ini akan berlanjut bagi siswa kelas 7 pada semester mendatang.
Dalam pelaksanaannya, SMPN 1 Ngariboyo berkolaborasi erat dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Mengingat keterbatasan perangkat komputer dan Chromebook di sekolah, pihak penyelenggara memanfaatkan ponsel pintar (smartphone) milik siswa untuk mengakses situs web resmi Kemendikdasmen.
Guru Bahasa Indonesia sekaligus Koordinator UKBI SMPN 1 Ngariboyo, Danu Denri Susilo, menjelaskan bahwa sistem ujian ini menggunakan metode adaptive multi-stage. Artinya, tingkat kesulitan soal akan menyesuaikan secara otomatis dengan kemampuan tiap siswa.
“Ujian ini terbagi dalam tiga sesi utama, yaitu mendengarkan, merespons kaidah, dan membaca. Sistemnya cukup menantang karena jika siswa banyak melakukan kesalahan di sesi awal, sistem secara otomatis akan menghentikan ujian,” jelas Danu.
Bagi siswa, sertifikat UKBI bukan sekadar dokumen formal. Sertifikat ini memiliki nilai tambah yang signifikan sebagai bukti kompetensi berbahasa Indonesia yang kredibel. Selain untuk pengembangan diri, sertifikat ini juga dapat berfungsi sebagai prasyarat penting dalam pendaftaran ke jenjang SMA/SMK maupun berbagai ajang kompetisi tingkat nasional di masa depan.
Keberhasilan SMPN 1 Ngariboyo menjadi pelopor penyelenggaraan UKBI tingkat SMP di Magetan diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut untuk turut serta meningkatkan standar kompetensi berbahasa siswa melalui platform resmi yang disediakan oleh negara.(ton/red)

