Sabtu, Februari 28, 2026

Buy now

spot_img

Isu Dugaan’Titipan’ Warnai Seleksi Perades Ngariboyo, Marwah Panitia Jadi Taruhan

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Pelaksanaan seleksi perangkat desa di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, tahun 2026 kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat menyusul mencuatnya isu dugaan pengondisian terhadap salah satu peserta. Dugaan adanya “peserta titipan” berinisial AD ini memicu kekhawatiran warga akan hilangnya objektivitas seleksi yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik di tingkat kewilayahan masa depan.

Ketua Panitia Pengisian Perangkat Desa (Perades) Ngariboyo, Imam Subakti, secara tegas membantah rumor yang beredar di lapangan mengenai adanya uang pelicin maupun pengaturan pemenang untuk formasi Kepala Kewilayahan (Dusun) tersebut.

Menanggapi isu panas terkait peserta berinisial AD, Imam Subakti menegaskan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan regulasi dan menjaga integritas institusi. Menurutnya, isu mengenai adanya “main mata” atau pengondisian negatif adalah tidak berdasar.

“Itu tidak benar, Mas. Jadi kepastiannya tidak benar. Saya pastikan itu tidak benar,” tegas Imam saat dikonfirmasi terkait isu pengondisian peserta tertentu.

Imam menambahkan bahwa istilah “pengondisian” yang dimaksud panitia adalah upaya internal untuk menjaga kekompakan tim agar tetap netral.

“Kalau panitia saya, pengondisian itu mensolidkan tim, kerja sama, komitmen bersama teman-teman untuk bekerja sesuai aturan, objektif, netral, dan menjaga kerahasiaan naskah pada puncaknya hari ini. Kalau pengkondisian negatif, Mas, kepentingan, titipan, bermain, ya… insyaallah 100% panitia tidak menuju ke arah sana. Marwah panitia yang kita jaga,” imbuhnya

Isu semacam ini berdampak luas pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi desa. Jika proses seleksi dinilai tidak jujur, dikhawatirkan akan muncul apatisme warga terhadap calon pemimpin kewilayahan yang terpilih nantinya.

Untuk meminimalisir celah kecurangan, panitia menerapkan sistem ujian berbasis komputer. Penggunaan teknologi ini diharapkan memberikan hasil yang instan dan transparan bagi seluruh peserta.

Kategori detail informasi formasi yang dibutuhkan 2 posisi (dusun 1/Jetis & dusun 2/Ngariboyo). Total Pendaftar 31 Peserta dan Lolos Administrasi 31 Peserta. Kemudian, untuk lolos Tes Praktik IT 27 Peserta yang saat ini mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (Elektronik)

Panitia juga memilih untuk menyusun naskah ujian secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga. Langkah ini diambil dengan dalih menjaga kerahasiaan dokumen negara agar tidak bocor sebelum hari H.

“Tim pengisian perangkat desa kita bisa membentuk tim penyusun naskah ujian yang berasal dari tim pengisian perangkat desa, kami memilih opsi yang pertama. Ini pertimbangan teman-teman lebih objektif, lebih terjaga kerahasiaannya naskah,” jelas Imam.

Masyarakat Desa Ngariboyo kini menggantungkan harapan pada integritas tim panitia yang dipimpin oleh mantan Wakil Kepala Kemenag tersebut. Transparansi nilai yang langsung muncul setelah ujian berakhir menjadi kunci untuk membuktikan apakah isu pengondisian tersebut hanya isapan jempol atau memiliki dasar kuat.

Hingga berita ini diturunkan, 27 calon perangkat desa masih menjalani tes di SMP 1 Ngariboyo, dan menunggu kepastian apakah peristiwa itu benar atau tidak.(*)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru