MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Kesal karena tak kunjung diperbaiki dan sering memicu kecelakaan, warga Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, Magetan, nekat memasang ban bekas di tengah jalan raya, Minggu (8/3/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengendara yang melintas di jalur penghubung Milangasri-Panekan, tepatnya di wilayah RT 11 RW 01. Ban bekas tersebut sengaja dicat mencolok agar terlihat dari kejauhan.
Menurut keterangan warga setempat, lubang di titik tersebut sekilas memang tampak kecil. Namun, kedalamannya cukup untuk membuat keseimbangan pengendara motor goyah.
“Sudah ada empat kali kecelakaan di sini. Kami beri tanda ini supaya pengendara lebih waspada dan tidak terperosok,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, posisi lubang yang berada di jalur cepat membuatnya menyerupai ranjau bagi pengguna jalan.
“Kalau motor dalam kecepatan tinggi dan ban masuk ke lubang, pasti kaget. Motor langsung oleng dan jatuh. Ini sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari,” imbuhnya.
Tak hanya di RT 11, kondisi jalan rusak juga ditemukan di RT 07 RW 01 Desa Milangasri. Di jalur yang merupakan bagian dari ring road menuju wisata Sarangan ini, terdapat jalan amblas yang cukup dalam, tepatnya di sebelah barat pemakaman desa.
Warga menilai kerusakan di titik barat pemakaman jauh lebih berisiko, terutama bagi kendaraan roda empat atau angkutan barang.
“Kalau mobil melaju kencang dan bermuatan berat menghantam lubang amblas itu, as roda bisa patah. Potensi kecelakaan fatal sangat tinggi di sana,” ungkapnya dengan nada khawatir.
Aksi pemasangan ban bekas ini diharapkan menjadi “sentilan” bagi Pemerintah Kabupaten Magetan, khususnya dinas terkait, agar segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.
Warga menegaskan bahwa pemasangan tanda tersebut hanyalah solusi darurat untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
“Sementara kami beri tanda seadanya. Harapan kami, pemerintah segera merespon dan memperbaiki jalan ini sebelum ada korban jiwa,” tutupnya.(*)

