Sabtu, Maret 14, 2026

Buy now

spot_img

Buka Puasa Bersama, DPC PDI Perjuangan Magetan Santuni Ratusan Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Menjelang hari raya Idul Fitri, suasana hangat menyelimuti Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan. Ratusan penyandang disabilitas, anak yatim piatu, dan kaum duafa berkumpul dalam kegiatan “Berbagi Kasih” yang digelar oleh jajaran pengurus dan petugas Partai, Sabtu (14/3/2026).

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana AV Sasa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk gotong royong kolektif antara petugas partai di tingkat DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, hingga DPR RI.

Selain berbuka puasa bersama, DPC PDI Perjuangan juga memberikan 100 paket santunan yang diserahkan langsung kepada warga yang membutuhkan.

Mbak Sasa, sapaan akrabnya, menyebut aksi ini sebagai upaya memberikan kebahagiaan kecil bagi mereka yang akan menyambut hari raya.

“Alhamdulillah, ada sekitar 100 lebih kawan-kawan duafa, yatim piatu, dan sahabat disabilitas di Magetan yang bisa kami beri santunan. Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi mudah-mudahan bermanfaat dan bisa memberi kebahagiaan kecil menjelang Lebaran,” tutur Sasa dengan nada haru.

Bagi Sasa, menggelar kegiatan sosial di kantor DPC memiliki makna ideologis yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa gedung tersebut berdiri di atas keringat dan air mata para senior partai.

“Kewajiban kami sebagai kader penerus adalah menjadikannya rumah besar bagi kaum nasionalis. Gedung ini harus terus dijaga marwahnya dengan cara terbuka bagi rakyat, terutama mereka yang selama ini mungkin kurang beruntung secara ekonomi,” tambahnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ir. H. Budi Sulistyono atau Mbah Kung Kanang, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis DPC Magetan.

“Mbak Sasa wajib melakukan ini (berbagi), dan saya melihat antusiasme masyarakat luar biasa. Ini adalah langkah maju bagaimana partai lebih mendekatkan diri lagi kepada masyarakat Magetan,” ujar mantan Bupati Ngawi tersebut.

Mbah Kung Kanang menegaskan bahwa kantor partai tidak boleh eksklusif. “Ini adalah rumah rakyat. Wajib hukumnya bagi masyarakat hadir di sini menyampaikan aspirasi, dan wajib hukumnya bagi partai memberikan solusi. Apakah itu solusi di tingkat daerah maupun pusat,” tegasnya.

Menutup pesannya di hadapan para kader dan penerima manfaat, Mbah Kung Kanang mengingatkan pesan Bung Karno tentang prioritas hidup.

“Negara ini akan lebih bagus kalau kita mengerti tentang prioritas. Seperti kata Bung Karno, jika diberi dua nyawa pun, semuanya akan diberikan untuk bangsa dan negara. Semangat itulah yang harus mendasari setiap langkah sosial kita hari ini,” pungkasnya.(ton/red).

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru