Sabtu, April 18, 2026

Buy now

spot_img

Ziarah di Makam Gubernur Soerjo, Komunitas “Kadang Militan” Perkuat Literasi Sejarah Magetan

MAGETAN (BLOKJATIM.COM) – Sekelompok pendidik yang tergabung dalam komunitas Kadang Militan melakukan aksi nyata dalam merawat ingatan sejarah lokal. Rombongan yang terdiri dari para guru dan kepala sekolah di Kabupaten Magetan ini menggelar ziarah ke makam Pahlawan Nasional, R.M.T. Ario Soerjo (Gubernur Soerjo), pada Sabtu (18/4/2026).

Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis dalam membangun karakter pendidikan berbasis kearifan lokal sekaligus memperkuat literasi sejarah di kalangan praktisi pendidikan.

Sarno Arbara, salah satu anggota Kadang Militan, mengungkapkan bahwa terbentuknya komunitas ini merupakan buah inspirasi dari kunjungan mereka ke komunitas Sedulur Sikep di Blora. Melihat kuatnya penghormatan masyarakat Blora terhadap leluhur, para pendidik di Magetan merasa terpanggil untuk menginisiasi gerakan serupa.

“Kami ingin menanamkan nilai bahwa Magetan memiliki akar sejarah yang kuat. Ziarah ini adalah bentuk kirim doa kepada para sesepuh, terutama Gubernur Soerjo dan para Bupati terdahulu, agar Magetan tetap kondusif dan damai,” ujar Sarno.

Meskipun belum dideklarasikan secara resmi, Kadang Militan berkomitmen untuk menjadi wadah bagi para guru yang peduli terhadap pelestarian sejarah bangsa di tingkat daerah.

Kehadiran para pendidik ini disambut hangat oleh pihak keluarga ahli waris Gubernur Soerjo. Murries Subiyantoro, perwakilan keluarga, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif komunitas ini dalam menghidupkan kembali semangat Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).

“Di kompleks ini tidak hanya ada makam Gubernur Soerjo, tetapi juga lima Bupati Magetan dari Trah Ngeksipurno. Mereka adalah tokoh-tokoh yang telah meletakkan fondasi kemajuan bagi daerah ini,” jelas Murries.

Menurut Murries, kegiatan ziarah memiliki dua dimensi penting yakni sebagai pengingat akan kematian dan sarana mendoakan amal baik leluhur. Dan menjadi jembatan literasi bagi generasi muda agar mengenal pahlawan dari tanah kelahiran mereka sendiri.

Melalui gerakan ini, Kadang Militan diharapkan mampu membawa efek domino positif bagi dunia pendidikan di Magetan. Literasi sejarah yang kuat di tingkat guru dipercaya akan mengalir menjadi pendidikan karakter yang kokoh bagi para siswa di sekolah.

“Semoga kehadiran komunitas ini membawa keberkahan, terutama dalam meningkatkan kualitas literasi dan karakter masyarakat Magetan ke depan,” pungkas Murries.(ton/red)

Related Articles

- Advertisement -

Terbaru